Dewan Pers

Dark/Light Mode

Parpol Demo Kenaikan Harga BBM

Partai Buruh Ikut Senang

Kamis, 15 September 2022 07:35 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Indri Yuli Hartati. (Foto: Istimewa)
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Indri Yuli Hartati. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Buruh menyambut baik langkah partai politik melakukan perjuangan ekstraparlementer atau berdemonstrasi sebagai respons terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi massa ini diharapkan konsisten dilakukan terhadap berbagai isu yang merugikan rakyat.

“Kalau Partai Buruh pasti konsisten, karena kita berangkat dari basis massa rakyat. Ikhtiar kita menyatukan perjuangan parlemen dan ekstraparlemen,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Indri Yuli Hartati, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, kebijakan Pemerintah Jokowi menaikkan harga BBM telah merugikan rakyat. Gelombang penolakan muncul dari gerakan mahasiswa. Aksi massa secara maraton dilakukan sejak sejak kenaikan harga diberlakukan Sabtu (3/9).

Berita Terkait : Polri Sebut Polemik Harga BBM Masih Wajar

Belakangan, isu ini mulai dipakai partai politik. Tidak hanya menolak kenaikan BBM melalui para vokalisnya, juga mengintruksikan kadernya untuk berdemonstrasi. Di antaranya, Partai Buruh, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat. Partai Demokrat, tidak melarang aksi massa.

Indri mengamini, perjuangan rakyat tidak bisa sendirian. Perlu aksi nyata dari partai politik yang kelak akan menjadi wakil rakyat di dalam parlemen. Nah, Partai Buruh ingin hadir sebagai alternatif partai di Senayan yang mengerti kehendak rakyat.

Tugas partai, kata dia, mengamankan rakyat dari regulasi yang merugikan. Misalnya, mencegah munculnya Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggapnya jelas merugikan kaum buruh. Sekaligus membuat regulasi yang berpihak kepada rakyat.

Berita Terkait : Moeldoko Pastikan, Pemerintahan Jokowi-Maruf Tidak Anti Kritik

Politisi cantik ini merasa senang jika parpol ramai-ramai turun gunung melakukan aksi massa demi kesejahteraan rakyat. Artinya, ada koneksi dengan penderitaan rakyat secara langsung. Parpol, harus bisa membaca itu dan mati-matian memperjuangkannya di jalur parlementer.

Sekaligus, lanjutnya, aksi massa itu membuktikan sebuah parpol itu memiliki dukungan riil dari rakyat. Dipercaya dan memandatkan suaranya terhadap parpol tersebut. Harapannya, aksi massa yang latah dilakukan banyak partai itu sifatnya tidak hanya meraih citra menjelang Pemilu 2024.

Seperti diketahui, sejumlah parpol latahan berdemonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Misalnya, PKS yang melakukan aksi di Lamongan, Makassar, dan Solo. Partai oposisi ini menurunkan kaum ibu menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM.

Berita Terkait : GulaVit dan AGP Tebar Bantuan Tunai dan Sembako

“(Kenaikan harga) bahan bakar subsidi ini harus ditinjau ulang oleh pemerintah. PKS dengan tegas menolak kenaikan BBM bersubsidi ini karena ini bukan hanya mengganggu perekonomian tapi harga barang juga turut naik,” kata Ketua PKS Makassar, Anwar Faruk, Sabtu (10/9).

Partai Ummat juga turut berpartisipasi. Partai anyar bentukan tokoh reformasi Amien Rais ini melakukan demonstrasi di depan Kantor DPW Partai Ummat DIY, Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Kota Jogja, Selasa (6/9). Para kader membentangkan spanduk menolak kenaikan BBM.

Sementara Partai Demokrat, selain melalui politisinya secara lantang menolak kenaikan harga BBM juga tidak melarang kadernya jika ingin berdemonstrasi. Hal itu diamini Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. ■