Dark/Light Mode

Berkat Program Pertanian Terpadu, PEP Sangasanga Field Kerek Perekonomian Petani

Selasa, 22 November 2022 19:14 WIB
Berkat Program Pertanian Terpadu, PEP Sangasanga Field Kerek Perekonomian Petani

 Sebelumnya 
Pembaruan alat ini bertujuan agar hasil penyulingan sereh wangi berupa minyak atsiri dan hidrosol memiliki nilai jual yang meningkat dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Terdapat inovasi untuk pengairan rumah pembibitan yakni berupa alat sistem pemanen air hujan. Air di Kecamatan Sangasanga sebagian besar dinilai asam sehingga tidak cukup baik untuk perkembangan tumbuhan. Untuk menjaga kesuburan tanaman, penyiraman tanaman pada rumah pembibitan menggunakan air hujan,” ujarnya.

Baca juga : Dave Laksono: Koperasi Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional

Tak berhenti di situ, inovasi sosial juga dilakukan pada rumah pembibitan berupa vertical garden. Adanya vertical garden dilatarbelakangi terbatasnya lahan pertanian di Sangasanga.

Sehingga inovasi ini muncul agar petani tetap melakukan aktifitas bertani kendati terbatas tidak adanya tanah untuk digarap.

Baca juga : Reforma Agraria Sukses Kerek Ekonomi Pengelola Lahan Redetribusi

“Inovasi vertical garden saat ini mulai direplikasi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella. Sebelumnya, KWT rosella ini melakukan aktifitas pertanian di lahan akan tetapi terkendala banjir yang mengakibatkan pertanianya gagal panen,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.