Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berkat Program Pertanian Terpadu, PEP Sangasanga Field Kerek Perekonomian Petani
Selasa, 22 November 2022 19:14 WIB
Sebelumnya
Ketua Kelompok Tani Setaria Sutrimo, menjelaskan produk yang dihasilkan dari pertanian terpadu di TANTE SISKA menambah pendapatan masyarakat, serta membantu mengatasi permasalahan pembakaran Sekam Padi yang selama ini dilakukan petani.
Sebelumnya, TANTE SISKA mendapatkan Sekam Padi gratis, sekarang setelah masyarakat tahu manfaat dari mengelola Sekam Padi membayar Rp 5.000 per kilogram.
“Itu pun sering kali kami tidak dapat barangnya karena sudah diproses sendiri oleh para petani. Kami bersyukur bahwa program dan ilmu yang kami sampaikan di Kelompok Setaria ini ditiru dan direplikasi oleh masyarakat lain,” katanya.
Program CSR TANTE SISKA Binaan PEP Sangasanga Field berhasil meraih Gold di Ajang E2S Proving League 2022, penghargaan Best Community Program Kategori Emas dalam ajang 14th Annual Global CSR Award 2022 di Hanoi, Vietnam.
Baca juga : Dave Laksono: Koperasi Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional
PHSS Masih di wilayah Kutai Kartanegara, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), yang juga bagian dari Zona 9 Regional Kalimantan, juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat berupa penyediaan fasilitas Water Supply System di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak.
Program penyediaan kualitas dan akses air bersih bagi masyarakat ini sangat diperlukan bagi masyarakat Desa Saliki.
Program WSS Saliki didesain sebagai program pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkolaborasi dengan program pemerintah, yaitu Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).
“Instalasi WSS digunakan untuk mengolah air yang sebelumnya berkualitas buruk dan tidak dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari menjadi air bersih, lalu dialirkan ke rumah-rumah warga menggunakan sambungan pipa air,” kata Mangaer Field PHSS, Ade Diar Suhendar.
Baca juga : Reforma Agraria Sukses Kerek Ekonomi Pengelola Lahan Redetribusi
Warga sebagai pengguna air dikenakan biaya iuran per bulan yang dikelola oleh BUMDES Mekar Sejati sesuai dengan pemakain air yang tercatat pada meteran.
Uang iuran digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional sebagai biaya pemeliharaan dan perawatan sarana WSS Saliki, pengelolaan depot air minum isi ulang “Siagaro”, dan penyediaan es batu yang merupakan hasil usaha turunan program yang berdiri karena adanya WSS Saliki.
“Saat ini sudah ada 239 Kepala Keluarga mendapatkan akses air bersih. Income yang dihasilkan BUMDES dari iuran pemakaian air per bulan Rp 13,16 juta,” kata Ade.
Dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance), PT Pertamina Hulu Indonesia dan anak usaha di Regional Kalimantan, menerapkan program TJSL yang inovatif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur.
Baca juga : Berbagi Pengetahuan Soal Seismik, Elnusa Sambangi Institut Teknologi Surabaya
Dan, tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya