Dark/Light Mode

Kontribusi Pendanaan UKM Lewat SCF Tembus Rp 727 M, Tumbuh 6,54 Persen

Senin, 19 Desember 2022 16:39 WIB
Foto: Dok. SCF
Foto: Dok. SCF

 Sebelumnya 
Calvim melanjutkan, dengan nilai total dana yang dihimpun mencapai Rp 727 miliar, terkumpul dari 700 ribu pemodal yang terdaftar.

“Kami antusias menghadapi tahun depan meski banyak ancaman akan adanya resesi. Tentunya kami menyambut dengan mempersiapkan keamanan investasi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua ALUDI Heinrich Vincent menambahkan, per 17 Desember 2022, penyelenggara dari SCF yang telah berizin sebanyak 12 perusahaan, dan masih ada 37 perusahaan penyelenggara yang dalam proses perizinan.

Di tahun 2022, perusahaan UKM penerbit mencapai 342 penerbit yang terdiri dari 253 penerbit saham, lima penerbit saham syariah, empat penerbit obligor, dan 80 penerbit sukuk. Dari total perusahaan penerbit tersebut ada 29 jenis industri.

Baca juga : Triwulan III 2022, Kontribusi Dan Dividen Pajak Himbara Tembus Rp 64 T

“Sementara untuk pemodal SCF naik 30,5 persen dari sebelumnya 513.224 pada 2021 kini 669.685 di tahun 2022. Dan untuk pengguna atau user yang terdaftar pada perusahaan penyelenggara mencapai 138.815 orang,” rincinya.

Untuk total saham yang ditawarkan adalah Rp 641 miliar. Total saham syariah yang ditawarkan adalah Rp 12,8 miliar. Total obligasi yang ditawarkan adalah Rp 14 miliar. Lalu sukuk yang ditawarkan Rp 199 miliar, dan total dana yang dihimpun adalah sebesar Rp 727 miliar, dengan nilai dividen yang telah dibagikan sebesar Rp 35 miliar.

Pria yang akrab Vincent ini mengatakan, dalam meningkatkan penggunaan SCF kepada para UKM, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi yang meliputi aspek sustainable (berkelanjutan), trusted (dipercaya), dan inclusiveness (inklusivitas).

“Saat ini pemodal memiliki alternatif sumber pendapatan dari pengusaha UKM dengan mengandalkan pertumbuhan bisnis yang memiliki reputasi dan pengelolaan bisnisnya yang lebih stabil,” ujarnya.

Baca juga : 10 Juta Turis Asing Datang, Pendapatan Pariwisata Thailand Nyaris Tembus Rp 249,47 T

Kedua, SCF menjadi platform yang terpercaya karena semua pihak harus transparan dari awal, dan para perusahaan penerbit harus membangun kepercayaan masyarakat sebelum menjadi emiten bursa efek.

Dan ketiga, baik pemodal memiliki instrument investasi baru dan penerbit memiliki akses ke untapped fund (dana yang belum dimanfaatkan).

“Tahun depan kami menargetkan dana yang bisa disalurkan atau terserap melalui SCF mencapai Rp 250 miliar dari target industri sebesar Rp 1 triliun. Tentunya dengan strategi memilih penerbit yang worth it (layak),” harapnya.

Vincent menegaskan, jauh dari ancaman ekonomi yang ada di tahun depan, justru ALUDI melihatnya sebagai sebuah peluang. Di mana UKM yang memerlukan bantuan dana lewat SCF masih sangat besar. Bagaimana terus men-support UKM tapi juga memberikan keamanan bagi pemodal.

Baca juga : Tunas Ridean Kantongi Pendapatan Bersih Rp 11,7 T Melonjak 35 Persen

“Yakni melalui penerbit yang listing bisa menghasilkan profit ke investor. Saling berkolaborasi mendorong pertumbuhan UMKM, sehingga konsumsi rumah tangga meningkat. Kami gaspol agar target industri bisa tercapai,” ujar Vincent. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.