Dark/Light Mode

Catatkan Kinerja Ciamik, Laba GTSI Melejit

Rabu, 28 Desember 2022 17:13 WIB
Kapal PT GTS Internasional Tbk. (Foto: Ist)
Kapal PT GTS Internasional Tbk. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan transportasi pelayaran PT GTS Internasional Tbk (GTSI) berhasil mencatatkan kinerja ciamik dengan menorehkan pendapatan dan laba bersih yang melejit sepanjang periode 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur GTS Internasional, Dandun Widodo mengatakan, kinerja perseroan tahun 2022 yang belum diaudit itu diperoleh dari perolehan kontrak dan sewa kapal yang meningkat signifikan. Selain itu, perseroan juga melakukan efisiensi dengan pengontrolan anggaran yang ketat.

"Kami bersyukur dapat mencapai kinerja yang cemerlang berkat kerja keras semua pihak di dalam perusahaan saat dunia baru mulai bangkit dari pandemi," ujar Dandun dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/12).

GTSI mengumpulkan pendapatan unaudited senilai 41,65 juta dolar AS atau setara Rp 649,85 miliar. Capaian pendapatan ini melonjak 35,4 persen jika dibandingkan dengan perolehan sama tahun sebelumnya senilai 30,76 juta dolar AS.

Baca juga : Dian Sastro, Sharing Perjalanan Spiritual Unik Dan Sulit

GTS Internasional berhasil mengejar target pendapatan sepanjang tahun ini senilai 43,45 juta dolar AS. Perkembangan ini didukung oleh pendapatan perseoran yang terus mengalami kenaikan secara konsisten.

Pada kuartal I-2022, GTSI mencatat pendapatan sebesar 10,45 juta dolar AS setara Rp 163,03 miliar sebelum naik 102 persen quarter-on-quarter (qoq) menjadi 21,14 juta dolar AS setara Rp 329,8 miliar pada kuartal II, dan terdongkrak lagi 47,1 persen qoq menjadi 31,1 juta dolar AS atau setara Rp 485,32 miliar pada kuartal III-2022.

Jika ditinjau secara nominal, GTSI mencatat rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 10,33 juta dolar AS setara Rp 161 miliar dari kuartal ke kuartal. 

Untuk diketahui, GTSI merupakan anak usaha dari Humpuss Maritim Internasional (HUMI) yang berencana akan melakukan IPO dalam waktu dekat. Moncernya pendapatan GTSI, membuat perseroan berhasil membalikkan pencapaian tahun ini menjadi laba dibandingkan dengan sebelumnya rugi. 

Baca juga : Chandrika Chika, Ngerasa Dikucilin

Tahun ini, GTSI meraup laba bersih 5,38 juta dolar AS setara dengan Rp 84,03 miliar. Hal itu berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang rugi 11,9 juta dolar AS.

Salah satu penopang pertumbuhan pendapatan GTSI yang mendorong berbaliknya rugi menjadi laba bersih adalah segmen bisnis pengantaran gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Pendapatan dari segmen ini tercatat naik 23,4 persen dari 17,79 juta dolar AS atau Rp 277,54 miliar pada kuartal III-2021 menjadi 21,95 juta dolar AS atau Rp 342,44 miliar pada kuartal III-2022.

Selanjutnya, walaupun terjadi penurunan aset sebesar 4,39 persen dari 128,68 juta dolar AS atau Rp 2,01 triliun menjadi 123,04 juta dolar AS atau Rp 1,92 triliun secara tahunan, namun liabilitas perseroan pun mengalami penurunan 15,79 persen dari 80,63 juta dolar AS (Rp 1,26 triliun) menjadi 67,9 juta dolar AS (Rp 1,06 triliun) pada kuartal III-2022.

Baca juga : Wapres Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Dengan Mesir

Dengan begitu, ekuitas GTSI per kuartal III-2022 tercatat pada angka 55,14 juta dolar AS setara Rp 860,24 miliar, meningkat dari 50,95 juta dolar AS atau Rp 794,87 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Masih pada periode yang sama, GTSI mencatat marjin bersih sebesar 14,68 persen, berbalik dari negatif 52,72 persen pada laporan keuangan akhir tahun sebelumnya.

Selanjutnya, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) GTSI menuju positif dari negatif 12,6 persen menjadi 3,71 persen, dan tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) pun turut menghijau dari negatif 33,75 persen menjadi 8,28 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.