Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ini Rahasia PLN Boyong 15 Predikat Emas pada PROPER 2022
Senin, 23 Januari 2023 16:13 WIB
Sebelumnya
Di luar itu, ada divisi transisi energi dan keberlanjutan ini adalah think thank bagaimana strategi pengelolaan lingkungan dan energi ke depannya dan ada divisi khusus untuk CSR.
Divisi-divisi ini kata dia, berperan penting dalam pengelolaan lingkungan. Kemudian program yang berkelanjutan, memiliki program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sumber daya maupun pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan hingga dapat mandiri.
"PLN tidak mungkin berdiri sendiri dalam pengelolaan lingkungan perlu ada kolaborasi dengan stakeholder, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian LHK, masyarakat, LSM, perlu menjaga hubungan yang baik,” jelas Komang.
Baca juga : Persik Boyong Mantan Pemain Timnas Portugal
Denny T Silaban, Sekretariat Proper yang juga Kepala Bagian Program, Evaluasi, Hukum, dan Kerjasama Teknik Direktorat Jendral PPKL Kementerian LHK, menjelaskan perusahaan yang mendapatkan Proper emas seperti PLN sudah melalui tahapan penilaian ketat berdasarkan beberapa indikator.
Core competency misalnya. Menurut Denny masing masing perusahaan harus memlilik departemen yang mendukung program itu bertahan dan berkelanjutan.
Aspek yang mendukung bagaimana produk itu hanya di miliki perusahaan dan tidak dimiliki kompetitor. Lalu bagaimana produk itu bisa sangat kompetitor.
Baca juga : PBB Dorong Yusril Ke Bursa Pilpres 2024?
“Produk itu bisa menjadi sangat penting atau tidak bisa direplikasi oleh industri lain, kalaupun bisa direplikasi tapi hanya ada kemiripan,” jelas Denny.
Menurut dia pimpinan perusahaan maupun individu perusahaan itu bisa memahami core competency di perusahaannya sendiri. Bagaimana core competency-nya dipresentasikan oleh CEO yang dinilai Dewan Proper.
“Kalau lihat hirarki, memiliki keunggulan sendiri. Core competency bisa diidentifikasi menjadi primer capabilities,” katanya.
Baca juga : Jaga Kelestarian, Pertamina Patra Niaga Borong 6 Emas & 50 Hijau di Ajang PROPER 2022
Manajemen juga perlu untuk mendorong industrial culture menjadi sustainable culture.
Selain itu jangan lupa melihat perkembangan kebijakan di luar, pertimbangkan isu isu misalnya terkait renewable.
“Inilah poin-poin yang harus dipahami oleh green leadership dalam enviromental itu sendiri,” kata Denny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya