Dark/Light Mode

Larangan Ekspor Bahan Mentah Dimusuhi Negara Lain

Jokowi: Jangan Takut, Kita Maju Tak Gentar…

Senin, 27 Februari 2023 06:45 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2023). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc).
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2023). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tidak gentar jika penghentian ekspor komoditas bahan mentah yang dilakukannya terus digugat.

Jokowi bahkan memberikan semangat kepada para menterinya untuk melawan balik Uni Eropa (UE) yang menggugat larangan ekspor bijih nikel ke World Trade Organization (WTO).

“Kita digugat Uni Eropa di WTOdan tahun kemarin kita kalah. Jangan mundur, kalau kita kalah kemudian kita ragu dan berbelok lagi ekspor bahan mentah, sampai kapan pun negara ini tidak akan jadi negara maju,” tegas Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Peme­nangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Baca juga : Tahun Ini Ekonomi Menantang, Politik Diharapkan Tidak Memanas

Eks Gubernur DKIJakarta ini meminta jajarannya tidak takut menghadapi gugatan dari pihak manapun.

“Selalu saya ulang-ulang pada menteri ya, kita kalah tapi terus maju. Usahanya apa? Ya banding. Nggak tahu nanti kalau banding lagi, kalah apakah ada banding lagi? Diberi kesempatan ya banding lagi,” katanya.

Apalagi, kata Jokowi, Juni 2023 Pemerintah juga akan menghentikan ekspor bijih bauksit.

Baca juga : Jokowi: Kita Operasi Pasar Besar-besaran

Selain Uni Eropa, Jokowi meminta Indonesia hati-hati terhadap gugatan China. Karena, 90 persen ekspor bahan mentah bauksit Indonesia ke China.

“Belum tahu dia gugat kita ke WTOatau nggak. Walau­pun risikonya kita banyak di­musuhi negara-negara lain, karena pabrik-pabrik di sana stop, bahan mentahnya tidak kita ekspor. Nah, itu yang namanya hilirisasi,” katanya.

Jokowi ngotot menghentikan ekspor bahan mentah karena nilai tambah ekspor yang diper­oleh melalui barang jadi akan lebih besar.

Baca juga : Nonton Piala AFF, Jokowi Tegang Tapi Menikmati

Dia mencontohkan nikel men­tah yang sudah dilarang ekspor sejak 2020. Dampaknya, nilai ekspor Indonesia melejit dari Rp 17 triliun menjadi Rp 450 triliun karena sudah menjadi barang setengah jadi.

“Apa yang didapatkan? Nega­ra mendapatkan pajak penghasi­lan, Pajak Pertambahan Nilai, pajak karyawan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bea ekspor. Kalau ikut di perusahaan seperti Freeport, kita dapat deviden dan royalti. Dari situ masuk sebagai penerimaan negara,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.