Dark/Light Mode

Genjot Kepesertaan, BP Jamsostek Sasar Guru Pendidikan Quran

Selasa, 28 Februari 2023 12:02 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek gencar memperluas cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja.

Terutama, bagi pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU). Kali ini, BP Jamsostek Cabang Menara Jamsostek menyasar ratusan guru pendidikan Qur'an se-provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Milad ke 2 FKPQ (Forum Komunikasi Pendidikan Alquran) Provinsi DKI Jakarta ini diikuti sekitar 800 guru ngaji se-DKI Jakarta di Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (23/2) lalu.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Gubernur DKI Jakarta dan BP Jamsostek Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek.

Baca juga : Lindungi Jurnalis, BP Jamsostek Jakarta Mampang Gandeng YPJI

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Mohamad Irfan menyerahkan secara langsung simbolis kartu peserta BP Jamsostek kepada Ketua FKPQ Provinsi DKI Jakarta, Ade Syaefuddin.

Untuk diketahui, BP Jamsostek harus mengambil langkah pendekatan khusus agar pekerja segmen informal akan dengan mudah memahami makna pentingnya jaminan sosial dan juga segera sadar untuk mendaftarkan dirinya menjadi peserta.

Saat ini BP Jamsostek secara massif melakukan pendekatan kepada pekerja informal dengan kampanye 'Kerja Keras Bebas Cemas'. Menurut Irfan, pihaknya saat ini mengoptimalkan strategi ekstensifikasi, intensifikasi dan retensi.

Selain itu, kata Irfan, memanfaatkan peluang kerja sama dengan kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah, business to business, serta utilisasi engine Penggerak Jaminan Sosial (Perisai).

Baca juga : Presiden Tekankan Proyek Tol IKN Harus Perhatikan Lingkungan

Menurutnya, karena target peserta adalah BPU, kampanye Kerja Keras Bebas Cemas akan digunakan untuk melindungi sebanyak-banyaknya pekerja BPU.

"Dalam mempercepat terwujudnya universal coverage, kami terus berupaya maksimal mensosialisasikan, mengedukasi, serta mengakuisisi peserta, khususnya peserta BPU dari berbagai macam latar belakang pekerjaan termasuk guru pendidikan Qur'an," ungkap Irfan di Jakarta, Selasa (28/2).

Irfan menambahkan, BP Jamsostek tidak hanya berlaku bagi pekerja Penerima Upah (PU) atau pekerja formal, tapi juga pekerja BPU atau pekerja informal.

Para pekerja informal itu diantaranya, tukang ojek atau ojek online (ojol), sopir angkot, petani, nelayan, pedagang keliling, dokter, pengacara/advokat, dan lain-lain. Mereka bisa masuk dalam golongan pekerja BPU.

Baca juga : Presuniv Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dengan Timor Leste

"Seluruh pekerja informal atau BPU dapat mendaftar menjadi peserta BP Jamsostek," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pekerja BPU yang dimaksud adalah pekerja yang melakukan kegiatan usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut.

Irfan juga mengajak seluruh pekerja untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BP Jamsostek.

"Kami mengajak seluruh pemberi kerja maupun pekerja baik itu pekerja PU maupun pekerja yang dikategorikan pekerja BPU untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BP Jamsostek, agar risiko sosial akibat pekerjaan dapat langsung di cover oleh BP Jamsostek," ajaknya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.