Dark/Light Mode

Hari Perempuan Internasional

Ini Sederet Program Erick Thohir untuk Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 8 Maret 2023 13:17 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Srikandi BUMN yang juga Direktur SDM, Tata Kelola & Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan. (Foto: Instagram)
Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Srikandi BUMN yang juga Direktur SDM, Tata Kelola & Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap tahunnya, tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan kaum perempuan, dalam mencapai kesetaraan gender dan hak-haknya.

Di Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir menyadari benar, bahwa hak-hak pekerja perempuan harus terus disuarakan.

Itu sebabnya, Erick mendorong kepemimpinan perempuan, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka, untuk bekerja dan berkarier di lingkup BUMN.

Namun begitu, Erick menyadari, porsi keterwakilan perempuan di BUMN masih berada di angka 15 pesen.

Karena itu, Erick ingin porsi keterwakilan perempuan di jabatan strategis BUMN, dapat naik hingga 25 persen di 2023.

"Sejak awal masa kepemimpinan saya di Kementerian BUMN, kami memberi perhatian khusus terhadap rasa aman dan nyaman. Serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan. Termasuk, mengupayakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender,” papar Erick, Rabu (8/3).

Sekadar informasi, berdasarkan riset World Economic Forum, Indonesia masih berada di urutan 101 dari 156 negara terkait kesetaraan gender.

Baca juga : Erick Copot Direktur Penunjang Bisnis Pertamina

Berikut sejumlah program pemberdayaan perempuan yang digalakkan Erick Thohir.

1. Program Daya Srikandi BUMN

Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2022, Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan Program Srikandi BUMN Berkarya dan Bertalenta di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

"Sejak awal saya percaya, perbaikan dan transformasi BUMN yang terus berlangsung dengan dukungan pekerja perempuan, tidak kalah pentingnya ketika kepemimpinan perempuan, wanita, kesempatan untuk bekerja ini kita setarakan," tutur Erick saat itu.

Erick mendorong langkah-langkah yang dilakukan, untuk memberikan kesempatan bagi perempuan yang ingin menunjukkan karya dan talentanya, dalam lingkungan yang nyaman dan kondusif. Termasuk, menjadi pemimpin di BUMN.

2. Lingkungan Kerja Bebas Diskriminasi

Sebelumnya, tepat di hari Kartini tahun lalu, Srikandi BUMN meluncurkan Program Respectful Workplace (RWP). Demi mendorong lingkungan kerja yang aman, saling menghargai, menghormati serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Khususnya, terhadap perempuan.

Baca juga : Sarasehan Sepak Bola Nasional Ala Erick Thohir Jadi Momentum Perbaikan Kompetisi Liga Di Indonesia

Srikandi BUMN juga berkolaborasi dengan Asian Development Bank, melaksanakan Asian Women Leaders Programs, untuk mempersiapkan talent perempuan BUMN menduduki posisi women leader.

3. Cetak 11 Juta Ibupreneur

Pemberdayaan perempuan juga digalakkan lewat program pemberian pinjaman melalui BUMN PT Permodalan Nasional Madani lewat program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Difasilitasi pinjaman permodalan berbasis kelompok, program ini mendorong ibu-ibu keluarga pra sejahtera, menjadi pelaku usaha mikro untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

Hingga akhir Desember 2021, program itu telah melahirkan 11 juta ibupreneur. Angka itu meningkat 50 persen, dibanding dua tahun sebelumnya.

Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta mengapresiasi pencapaian itu, karena program PMN Mekaar ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Berkat program tersebut, kata Nyoman, telah lahir banyak jenis usaha baru yang dimotori kaum perempuan.

Baca juga : Ribuan Mahasiswa Hadiri Bedah Buku Biografi Erick Thohir

4. NU Women

Pada peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu, Erick Thohir menggagas NU Women, untuk memberikan hak dan kesetaraan yang sama pada perempuan.

Erick yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah berharap, program ini bisa membantu perempuan-perempuan NU meraih pendidikan tinggi, dan mandiri secara ekonomi.

"Ini ikhtiar kami mewujudkan muslimah yang berdaya guna, bagi ekonomi keluarga dan umat. Mohon doa dan dukungannya,” ujar.

Erick yang juga warga kehormatan Banser itu menegaskan, sudah saatnya perempuan Indonesia tak hanya menjadi penonton. Melainkan juga dapat bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

"Sejarah Indonesia mencatat banyak perempuan-perempuan tangguh, yang membawa Indonesia menjadi bangsa besar," kata Erick.

Itu sebabnya, Erick ingin ingin kepemimpinan perempuan menjadi bagian dari transformasi sumber daya manusia di BUMN. Karena suara perempuan penting untuk kesetaraan dan kemajuan bangsa. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.