Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Telkom Disiapkan Jadi Holding

Penggabungan Telkomsel Dan IndiHome Langkah Jitu

Minggu, 9 April 2023 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Telkom).
Ilustrasi. (Foto: Telkom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggabungkan Telkomsel dan Indihome, dinilai sebagai langkah jitu. Sebab, kedua anak usaha Telkom tersebut me­miliki sektor bisnis yang sama. Penggabungan akan membuat pangsa pasar perusahaan tersebut semakin luas dan efisien.

Rencana penggabungan Telkomsel dan Indihome bagian dari program Kementerian BUMN mengkonsolidasikan BUMN. Kementerian BUMN berencana menjadikan PT Telkom Indo­nesia Tbk sebagai Holding di sektor telekomunikasi dan digi­talisasi.

Kepala Pusat Inovasi dan Ekonomi Digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyambut positif rencana tersebut. Menurut Nailul, menjadikan Telkom menjadi holding merupakan strategi bagus untuk peningkatan kinerja Telkom. Karena saat ini sudah ada arah yang jelas untuk pengembangan telekomunikasi dan digital di Indonesia.

Baca juga : Pertamina Sudah Tambah CCTV Dan Penangkal Petir

“Dengan holding, anak perusahaan telkom bisa saling bersinergi dengan lebih baik. Indihome dan Telkomsel kan mempunyai layanan yang sama, yaitu internet, sebaiknya memang digabungkan saja,” kata Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Nailul melanjutkan, konsoli­dasi kedua anak usaha BUMN itu memang harus terus didorong Pemerintah. Karena bukan saja baik bagi industri telekomuni­kasi nasional karena akan tercipta persaingan yang sehat, tapi bisa berdampak positif bagi kinerja para operator.

“Konsolidasi akan membuat layanan Telkomsel dan Indi­Home makin baik, serta bisa membuat pangsa pasarnya jadi lebih besar,” ujarnya.

Baca juga : Cegah Trump Tebar Pesona Di Sidang, Pengadilan Tolak Siaran Langsung

Penggabungan itu, lanjut Nailul, juga akan berdampak positif ke kinerja perusahaan.

Ia mengatakan, ke depan akan ada peningkatan capital expenditures (capex) dari masing-masing operator, sehingga terjadi efisiensi penggunaan pita jaringan. Lalu, terbuka pula peluang bagi mereka untuk memperluas dan mengembang­kan jaringan broadband.

“Pasar broadbrand sekarang dikuasai Telkomsel, dan disusul IndiHome, yakni layanan internet rumah yang sekarang tengah tinggi pasarnya terutama pasca pandemi Covid-19,” ucap Nailul.

Baca juga : Syarief Hasan: Putusan Penundaan Pemilu Kangkangi Konstitusi

Secara umum, kontributor utama pendapatan para operator telekomunikasi disumbang lay­anan data atau internet. Ditambah proyeksi penambahan pelanggan internet. Jika tahun lalu mencapai 209 juta pelanggan, maka tahun ini bisa saja menembus lebih dari 210 juta pelanggan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.