Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,41 persen ke level Rp 14.687 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 14.746 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia bergerak variasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melesat 0,82 persen, peso Filipina melonjak 0,35 persen, ringgit Malaysia menguat 0,32 persen, yuan China melonjak 0,29 persen, dolar Taiwan menguat 0,19 persen dan yen Jepang yang menguat 0,11 persen.
Baca juga : Melesat 0,34 Persen, Rupiah Tembus Rp 14.829
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,20 persen ke level 100,49. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,34 persen ke level Rp 16.224, terhadap poundsterling Inggris naik 0,42 ke level Rp 18.380, dan terhadap dolar Australia menguat 0,55 persen ke level Rp 9,943.
Analis Senior Sinarmas Futures, Ariston Tjendra mengatakan, dolar AS masih dalam posisi tekanan terhadap nilai tukar lainnya. Sebab, data ekonomi AS masih mendukung ekspektasi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuannya tahun ini.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Di Level Rp 14.888
Data inflasi produsen AS pada Maret 2023 juga memperlihatkan tekanan inflasi di AS semakin berkurang, ditambah data klaim tunjangan pengangguran mingguan memperlihatkan jumlah yang lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya.
"Dari dalam negeri, kondisi ekonomi yang baik juga mendukung penguatan rupiah," jelasnya dalam riset, Jumat (14/4).
Baca juga : Rupiah Dibuka Perkasa Di Level Rp 14.895
Ia memproyeksi, nilai tukar mata uang Garuda bisa melanjutkan penguatan hingga ke level Rp 14.600-an per dolar AS, meskipun masih ada kemungkinan rupiah berbalik melemah. "Potensi penguatan ke arah Rp 14.700 hingga Rp 14.680 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.800 per dolar AS,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya