Dark/Light Mode

Dorong Penyelesaian Perundingan IEU-CEPA

RI-Jerman Kuatkan Kerja Sama Bilateral

Rabu, 19 April 2023 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) didampingi menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi penanaman modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan pers di Hannover, Jerman, senin (17/4). Pemerintah Indonesia mengupayakan percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). (Foto: Dok. Kemenko).
Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) didampingi menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi penanaman modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan pers di Hannover, Jerman, senin (17/4). Pemerintah Indonesia mengupayakan percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). (Foto: Dok. Kemenko).

 Sebelumnya 
Kendati begitu, Airlangga menekankan, investasi Jerman di Indonesia perlu difokuskan pada sektor prioritas. Seperti industri yang berorientasi ekspor, energi terbarukan dan hilirisasi.

Saat ini ada kerja sama baru yang sudah ditandatangani Indonesia-Jerman. Nilainya mencapai 1,98 miliar dolar AS atau sekitar Rp 29,3 triliun (kurs Rp 14.848 per dolar AS).

Beberapa hal lain juga disampaikan Airlangga dalam pertemuan tersebut. Antara lain, terkait fokus Indonesia pada ekosistem industri kendaraan listrik dan beberapa komoditas mineral strategis yang mempunyai potensi untuk investasi. Terdiri dari 21 komoditas yang bisa mencapai nilai sebesar 545.3 miliar dolar AS.

Terkait dengan peran dalam transisi energi di indonesia, Jerman berkomitmen mendorong Just Energy Transition Partnership (JETPI). Mengingat JETPI diinisiasi oleh G7 dengan komitmen sebesar 20 miliar dolar AS dari negara-negara G7.

Baca juga : Tendang Chelsea Dari Liga Champions, El Real Gagah Ke Semifinal

“Nah, tentunya Jerman juga menjadi bagian dari itu, yang berkomitmen investasi lebih dari 1 miliar dolar AS. Tentu kami harapkan realisasinya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Airlangga.

Mantan Menteri Perindustrian itu juga menyampaikan, Indonesia akan menunjukkan beberapa potensi industri dalam negeri yang hadir dalam perhelatan Hannover Messe 2023.

Selain itu, Airlangga juga bertemu dengan Menteri urusan ekonomi dan aksi iklim Jerman Robert Habeck di Berlin, Senin (17/4) waktu setempat.

Habeck mengaku senang Indonesia kembali ditunjuk sebagai Partner Country Hannover Messe untuk yang ketiga kalinya.

Baca juga : KPK: Pemberhentian Brigjen Endar Sudah Sesuai Aturan

“Merupakan kehormatan bagi Jerman menerima Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia dalam kunjungan tersebut. Termasuk hasil pembicaraan Presiden RI dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz,” ungkap Habeck dalam sambutannya.

Selain promosi industri unggulan Indonesia dalam menerapkan industri 4.0, telah disepakati sejumlah kesepakatan Bisnis dan Government to Business di berbagai sektor. Seperti, renewable energy pada acara Indonesia-Germany Business Summit, deng an estimasi kerja sama senilai 2 miliar dolar AS dan diharapkan akan menyerap sebanyak 80 ribu tenaga kerja.

“Ini menunjukkan hubungan dan kerja sama ekonomi yang sangat erat dan saling menguntungkan antara Indonesia-Jerman,” tegas Habeck.

Pengamat kebijakan ekonomi dari universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, percepatan penyelesaian perundingan kerja sama internasional, apapun bentuknya saat ini sangat dibutuhkan. Termasuk perundingan IEU-CEPA.

Baca juga : Nyali Kejagung Makin Berani

Apalagi, lanjut dia, Indonesia membutuhkan investasi yang sangat besar untuk membangun berbagai kebutuhan sesuai yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Investasi ini bisa tercipta jika kita punya hubungan perdagangan dan perekonomian yang baik dengan negara-negara di dunia. Termasuk di Uni Eropa yang sebagian besar diisi oleh negara maju,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.