Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Layanan Terkapar Hampir 4 Hari
Dirut BSI Janji Jaga Data Dan Dana Nasabah
Sabtu, 13 Mei 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Serangan Ransomware
Meski BSI belum mengungkap secara gamblang tentang dugaan serangan hacker, di media sosial ramai beredar isu bahwa kekacauan layanan BSI lantaran serangan ransomware.
Salah seorang warganet (sebutan masyarakat di internet) menulis, “Apa yang menimpa BSI patut dicurigai ini bukan sekadar pemeliharaan, melainkan serangan ransomware hacker. BSI harus memperkuat sistem keamanan jaringannya, supaya nggak mudah dibobol,” tulisnya.
Menyoal ini, Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menilai, terbuka kemungkinan yang dialami BSI merupakan serangan virus ransomware.
Ransomware merupakan salah satu jenis malware alias virus berbahaya yang menyerang sistem komputer. Virus tersebut melakukan enkripsi atau penguncian ke data korban sehingga tak bisa diakses.
Baca juga : Gangguan Layanan, BSI Komit Jaga Keamanan Dana Dan Data Nasabah
“Yang saya lihat, sepertinya apa dialami sistem BSI memang agak mencurigakan dan mungkin saja itu terjadi (diduga kena serangan ramsomware). Namun tanpa adanya bukti yang solid, kita tidak bisa memastikan,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Alfons mengatakan, perusahaan besar sekelas BSI harusnya bisa menyelesaikan kendala dalam bilangan jam. Karena, BSI pasti memiliki back up data.
“Namun kalau backup bermasalah juga, maka ini yang akan mengakibatkan masalah tidak selesai dalam hitungan jam,” sebutnya.
Alfons menjelaskan, serangan ransomware selain mengenkripsi database utama dan core system, mereka juga mengincar backup.
Untuk itu, jika ditarik benang merahnya, serangan ransomware yang sukses mengenkripsi database, core system dan backup bisa mengakibatkan layanan perbankan lumpuh untuk jangka waktu panjang.
Baca juga : Anies Dan Ganjar Diawasi Bawaslu
Ransomware ketika menjalankan aksinya, akan berusaha semaksimal mungkin mengenkripsi data penting, backup dan sistem penting yang bertujuan mengganggu jalannya perusahaan. Dan mau tidak mau korbannya akan membayar uang tebusan yang diminta demi kelangsungan operasional perusahaan.
Alfons juga melihat, layanan perusahaan terhenti dengan down time yang tidak wajar. Karena seharusnya maksimal hanya down beberapa jam, tidak sampai lebih dari satu hari kerja.
“Maka patut dicurigai adanya hal yang sangat serius terjadi pada layanan tersebut. Dan salah satu kemungkinan di era digital ini adalah karena aksi ransomware,” yakin Alfons.
Antivirus secara teknis akan sangat sulit melawan ransomware, karena perkembangan teknologi malware yang sudah sedemikian rumit.
Satu malware yang sama akan sulit dideteksi karena dapat dibungkus dengan berbagai macam teknik kompilasi yang berbeda. Perubahan coding yang diubah sedikit saja, sudah akan membuat malware tidak terdeteksi.
Baca juga : Libur Panjang, ASN Kemenkumham Diminta Jaga Diri Dan Lingkungan
Satu-satunya cara yang bisa menjamin keamanan dari serangan ransomware, sambungnya, adalah mitigasi yang benar dan persiapan yang baik seandainya diserang ransomware.
“Ini seperti mempertahankan benteng dari serangan musuh yang bisa datang setiap saat,” ujarnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya