Dark/Light Mode

Layanan Terkapar Hampir 4 Hari

Dirut BSI Janji Jaga Data Dan Dana Nasabah

Sabtu, 13 Mei 2023 07:30 WIB
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi RCEO BSI Jakarta 1 Deden Durachman (kanan) berbincang dengan nasabah yang telah selesai menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Gedung Wisma Mandiri I di Jakarta, Kamis (11/5/2023). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM).
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi RCEO BSI Jakarta 1 Deden Durachman (kanan) berbincang dengan nasabah yang telah selesai menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Gedung Wisma Mandiri I di Jakarta, Kamis (11/5/2023). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM).

 Sebelumnya 
Serangan Ransomware

Meski BSI belum mengung­kap secara gamblang tentang dugaan serangan hacker, di media sosial ramai beredar isu bahwa kekacauan layanan BSI lantaran serangan ransomware.

Salah seorang warganet (sebutan masyarakat di internet) menulis, “Apa yang menimpa BSI patut dicurigai ini bukan sekadar pemeliharaan, melainkan serangan ransomware hacker. BSI harus memperkuat sistem keamanan jaringannya, supaya nggak mudah dibobol,” tulisnya.

Menyoal ini, Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menilai, ter­buka kemungkinan yang dialami BSI merupakan serangan virus ransomware.

Ransomware merupakan salah satu jenis malware alias virus berbahaya yang menyerang sistem komputer. Virus terse­but melakukan enkripsi atau penguncian ke data korban sehingga tak bisa diakses.

Baca juga : Gangguan Layanan, BSI Komit Jaga Keamanan Dana Dan Data Nasabah

“Yang saya lihat, sepertinya apa dialami sistem BSI me­mang agak mencurigakan dan mungkin saja itu terjadi (diduga kena serangan ramsomware). Namun tanpa adanya bukti yang solid, kita tidak bisa memastikan,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Alfons mengatakan, perusa­haan besar sekelas BSI harusnya bisa menyelesaikan kendala da­lam bilangan jam. Karena, BSI pasti memiliki back up data.

“Namun kalau backup ber­masalah juga, maka ini yang akan mengakibatkan masalah tidak selesai dalam hitungan jam,” sebutnya.

Alfons menjelaskan, serangan ransomware selain mengenkripsi database utama dan core system, mereka juga mengincar backup.

Untuk itu, jika ditarik benang merahnya, serangan ransomware yang sukses mengenkripsi da­tabase, core system dan backup bisa mengakibatkan layanan perbankan lumpuh untuk jangka waktu panjang.

Baca juga : Anies Dan Ganjar Diawasi Bawaslu

Ransomware ketika men­jalankan aksinya, akan berusaha semaksimal mungkin mengen­kripsi data penting, backup dan sistem penting yang bertujuan mengganggu jalannya perusa­haan. Dan mau tidak mau korban­nya akan membayar uang tebusan yang diminta demi kelangsungan operasional perusahaan.

Alfons juga melihat, layanan perusahaan terhenti dengan down time yang tidak wajar. Karena se­harusnya maksimal hanya down beberapa jam, tidak sampai lebih dari satu hari kerja.

“Maka patut dicurigai adanya hal yang sangat serius terjadi pada layanan tersebut. Dan salah satu kemungkinan di era digital ini adalah karena aksi ransom­ware,” yakin Alfons.

Antivirus secara teknis akan sangat sulit melawan ransom­ware, karena perkembangan teknologi malware yang sudah sedemikian rumit.

Satu malware yang sama akan sulit dideteksi karena dapat di­bungkus dengan berbagai macam teknik kompilasi yang berbeda. Perubahan coding yang diubah sedikit saja, sudah akan membuat malware tidak terdeteksi.

Baca juga : Libur Panjang, ASN Kemenkumham Diminta Jaga Diri Dan Lingkungan

Satu-satunya cara yang bisa menjamin keamanan dari se­rangan ransomware, sambung­nya, adalah mitigasi yang benar dan persiapan yang baik sean­dainya diserang ransomware.

“Ini seperti mempertahankan benteng dari serangan musuh yang bisa datang setiap saat,” ujarnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.