Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kembali Digelar, Forum Kapnas Terbukti Berdampak Positif Bagi Industri Penunjang Hulu Migas
Senin, 22 Mei 2023 21:05 WIB
Sebelumnya
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak hanya menyediakan energi dan menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga menjalankan salah satu fungsi strategisnya, yaitu menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya,” ujar Dwi.
Dia menambahkan, Forum Kapnas bertujuan menampilkan industri binaan hulu migas, sekaligus meningkatkan awareness seluruh KKKS agar memaksimalkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri.
“Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha hulu migas dan perusahaan jasa pendukung nasional maupun lokal,” tegasnya.
Presiden Indonesian Petroleum Association Yuzaini Bin Md Yusof mengatakan, pelaksanaan Forum Kapnas memberikan kontribusi sangat besar dalam peningkatan pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional, di mana Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) juga naik melampaui target.
Capaian ini membanggakan, dan menjadi yang terbaik dalam 5 tahun terakhir.
“Kami berharap Forum Kapnas juga bisa berkolaborasi dengan Forum Gas Expo untuk mencari solusi bersama atas beberapa isu energi nasional terkini," ujarnya
Baca juga : Beli Tiket Formula E Bisa Di Bank Mandiri, Begini Caranya
Salah satunya adalah terjadinya over supply gas, khususnya di Jawa Timur yang mencapai 25 persen.
"Saya yakin Forum Kapnas yang mempertemukan banyak pemangku kepentingan di sektor migas bisa menjadi bagian dari solusinya,” ungkap Yuzaini.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, industri hulu migas di daerah memiliki banyak dampak positif.
Dalam aspek perekonomian, keberadaan industri hulu migas meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Di Bidang infrasruktur, jalan dan jaringan telekomunikasi semakin baik. Selain itu, dampak sosialnya adalah meningkatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“PemprovJawa Tengah berkomitmen untuk menciptakan kondisi sosial dan lingkungan yang kondusif, antara lain dengan mempermudah perizinan, membantu penyelesaian pembebasan lahan; serta mendorong tumbuhnya SDM yang kompeten,” imbuhnya.
Baca juga : Komunitas Sopir Truk Jatim Bagi-Bagi Oli Dan Beri Santunan Janda
Sepanjang tahun 2022, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional mencapai US$6,1 miliar, dengan TKDN mencapai US$3,7 miliar atau 64,75 persen.
Capaian ini berada di atas target TKDN yang ditetapkan yakni 57 persen.
Vice President Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas sekaligus Ketua Forum Kapnas Erwin Suryadi mengatakan, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional tahun 2022 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Dia berharap, capaian tersebut bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“SKK Migas berkepentingan mengembangkan industri hulu migas di Tanah Air untuk mendukung visi produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030," ujar Erwin.
Menurutnya, komitmen ini tidak berhenti sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga mempromosikan kemampuan industri lokal, termasuk kelompok usaha kecil dan menengah sebagai penunjang hulu migas.
Baca juga : Lebaran Di Solo, Ganjar Sarapan Sego Berkat Bareng Gibran
Forum Kapnas III 2023 wilayah Jabanusa diikuti oleh 13 operator migas (KKKS) dan 30 perusahaan lokal dan dalam negeri, serta 17 UMKM.
Event ini juga diisi dengan sesi pelatihan singkat dan coaching clinic sebagai upaya meningkatkan kapasitas UMKM, dengan narasumber dari PT Sucofindo dan Tokopedia.
Pada kesempatan tersebut, Sucofindo menyerahkan Sertifikat Halal kepada sejumlah UMKM di bidang kuliner dan produksi makanan, yang telah melewati pengujian kehalalan produk. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya