Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
OJK Whistleblowing System, Cara Regulator Cegah Dugaan Penyelewengan
Kamis, 8 Juni 2023 19:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Melalui OJK Whistleblowing System (OJK WBS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat integritas seluruh pegawainya dengan menerapkan manajemen anti penyuapan dan mengoptimalkan sebagai sarana untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai OJK.
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena mengatakan, salah satu bentuk pengendalian untuk memitigasi risiko fraud adalah dengan mekanisme yang efektif untuk melaporkan pelanggaran, penyalahgunaan, atau perilaku tidak etis di dalam suatu organisasi yaitu melalui WBS.
Baca juga : Usai Sakit, Debbie Laurencia Sukses Ekpor Baju Dan Perlengkapan Tidur
“Dalam menindaklanjuti laporan WBS, OJK mengedepankan prinsip-prinsip kerahasiaan, profesional, ketidakberpihakan, praduga tidak bersalah dan perlindungan,” katanya dalam sambutannya pada Forum Diskusi Penegakan Integritas dan Sosialisasi Pengelolaan Whistleblowing System (WBS) OJK di Kantor OJK, Solo, Kamis (8/6).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, asosiasi industri jasa keuangan, akademisi, penyedia barang/jasa, asosiasi profesi dan lembaga penunjang jasa keuangan di wilayah Surakarta.
Baca juga : Hakim Tak Terima Gugatan Praperadilan Dugaan Penyelewengan Dana Reses PAN
Sophia menekankan, dalam mendukung prinsip-prinsip tersebut, pengelolaan WBS di OJK juga melibatkan pihak ketiga independen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan independensi dan mencegah adanya benturan kepentingan dalam penerimaan pengaduan.
Dalam rangka memastikan kualitas pengelolaan WBS, OJK secara berkala melakukan pengukuran untuk mempertahankan sertifikasi ISO 9001. Pada 2022, nilai maturitas OJK WBS telah mencapai 5 (lima) yang berarti telah berada di level Optimized.
Baca juga : GMP Gelar Pembekalan Sukarelawan Dan Pengelolaan Medsos
OJK mendorong semua pihak yang melihat atau mengetahui adanya indikasi kecurangan yang menciderai integritas OJK, agar tidak ragu menyampaikannya melalui OJK WBS.
“Identitas pelapor akan kami jamin kerahasiaannya, sehingga dapat terlindung dari segala bentuk ancaman atau intimidasi,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya