Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BUMN Karya Terbelit Utang Jumbo
OJK Warning Bank Lebih Cermat Kucurkan Kredit
Selasa, 13 Juni 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Ia menyebut secara nominal eksposur kredit BUMN Karya lebih banyak berasal dari bank BUMN ketimbang bank swasta. Namun bukan berarti tak berdampak ke bank swasta.Semuanya, kata Dian, sama-sama memiliki risiko yang harus diwaspadai.
Namun diakuinya, hingga kini OJK belum akan mengeluarkan kebijakan apa pun terkait bank-bank yang menjadi kreditur dari BUMN Karya ini. Pihaknya hanya mengisyaratkan, masih akan melakukan pengawasan terhadap penerapan manajemen risiko dan tata kelola oleh bank. Maupun pengaruhnya terhadap kondisi keuangan bank secara bank wide.
Dian lantas membeberkan, salah satu BUMN karya, Waskita Karya mempunyai utang ke PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp 7,51 triliun atas perjanjian restrukturisasi induk atau Master Restructuring Agreement (MRA).
Baca juga : Pemerintah Terbitkan 4 Juta Nomor Induk Berusaha, Paling Banyak Diterima Pelaku UMKM
Kemudian, utang senilai Rp 4,55 triliun kepada PT Bank Mandiri Tbk atau Bank Mandiri, lalu utang Rp 2,64 triliun kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp 2,03 triliun.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, pengucuran kredit Himbara ke BUMN Karya memang perlu dilakukan secara hati-hati. Sebab, amanat pengembangan infrastruktur negara yang dibebankan ke BUMN Karya juga selama ini yang selalu menjadi pertimbangan Himbara.
“Meski dalam hal ini debitur BUMNKarya sama-sama perusahaan pelat merah yang dijamin oleh negara, tetap saja manajamen risiko harus menjadi yang utama,” ujar Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Mak Ganjar Jabodetabek Gandeng Ratusan Warga Jaksel Gemakan Zikir Ramadan
Dikatakan Piter, memang utang BUMN Karya sangat besar, tetapi aset dan piutangnya juga besar. BUMN Karya yang memiliki utang jumbo, sampai saat ini masih bisa beroperasi. Hal tersebut menandakan, kelangsungan usaha BUMN Karya harus tetap jalan meski dibayangi utang jumbo.
“Juga dilihat dari proyeksi yang dibiayai. Kalau memang sifatnya fundamental atau mandatory, penting bagi keberlangsungan negara, pastinya pertimbangan. Tujuannya, agar pinjaman nanti tak terjebak pada utang BUMN Karya yang menumpuk,” ingatnya.
Menurut dia, karakteristik dan kinerja tiap BUMN berbeda. Begitu juga performa masing-masing BUMNdalam melunasi utang-utangnya. Sebab, ada BUMN yang terlilit utang akibat kesalahan pengelolaan di masa lalu. Ada pula utang yang sifatnya untuk mendukung kinerja BUMN terkait penugasan dari negara atau mandatory, seperti yang terjadi di BUMN Karya.
Baca juga : Semoga Kita Masih Aman Ya
“Mau tidak mau, kita juga mesti melihat faktor di luar kendala internal. Seperti pergerakan ekonomi global juga perlu menjadi pertimbangan, mengapa kondisi keuangan BUMN Karya mengalami gangguan,” sebutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya