Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jangan Politisasi Kerugian

BUMN Sukses Angkat Nama Mandalika Ke Pentas Dunia

Minggu, 25 Juni 2023 07:30 WIB
Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, NTB. (Foto: World Superbike)
Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, NTB. (Foto: World Superbike)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerugian yang diderita Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dianggap masih wajar. Sebab, penyelenggaraan event internasional di lokasi tersebut digelar saat masih pandemi Covid-19. Banyak negara masih membatasi mobilitas warganya untuk pelesiran.

Penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti World Superbike (WSBK) di akhir tahun 2021 dan MotoGP pada tahun 2022, masih menimbulkan polemik.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, event olahraga internasional itu bagian dari program pariwisata di Indonesia.

Baca juga : BKKBN Usulkan Ganjar Terima Tanda Kehormatan Presiden

Sayangnya, program tersebut harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi pandemi sehingga pelaksanaannya tak bisa optimal.

“Situasinya memang tidak mendukung, ekonomi sedang ter­puruk karena di tengah pandemi. Tapi tujuannya kan jelas, event tetap diselenggarakan untuk menghidupkan perekonomian,” ujar Trubus saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia mengingatkan, pelaksanaan event tersebut juga adalah upaya Pemerintah untuk memperkenal­kan destinasi wisata Indonesia ke mata dunia.

Baca juga : Perpustakaan Kini Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat Untuk Tingkatkan Kompetensi

“Jadi, memang belum pada tahap untung atau rugi. Secara rasional, saat pandemi, bisnis memang tidak bisa untung. Yang penting ada kegiatan, mendo­rong ekonomi daerah, menge­nalkan pariwisata,” katanya.

Event tersebut akan lain ceritanya bila penyelenggaraan dilakukan di masa ekonomi yang se­dang baik, namun hasilnya tetap rugi. Artinya, sambung Trubus, ada kesalahan dalam tata kelola dan manajemen risiko yang se­harusnya diterapkan perusahaan.

Untuk itu, seharusnya tidak perlu ada polemik, apalagi si­kap saling menyalahkan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk pihak lainnya.

Baca juga : Kolaborasi Karier.mu dan G-Trust Bangun Angkatan Kerja Berkualitas

“Jangan dipolitisasi. Harusnya saling support. Bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah atau kerugian tersebut,” imbaunya.

Bahkan tak menutup kemung­kinan untuk memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai salah satu opsi untuk mengatasi kerugian jangka pendek.

“Apalagi pengembangan Mandalika ke BUMN itu kan penugasan. Selanjutnya, tinggal cari cara untuk bisa untung,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.