Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tepis Lakukan Cross Border
TikTok Bantah Selundupkan Barang China Ke Indonesia
Kamis, 27 Juli 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Terkait masih masifnya produk impor di platform TikTok Shop, Anggini mengatakan, hal tersebut tidak bisa hanya dikontrol oleh satu platform saja.
“Kami harap revisi Permendag segera dilaksanakan, sehingga ada kejelasan untuk kami,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Project S TikTok Shop ini pertama kali mencuat di Inggris. Projek ini dicurigai starategi TikTok untuk mengkoleksi data produk yang laris-manis di suatu negara, kemudian diproduksi massal di China. Setelah itu, produk itu ‘diseludupkan’ alias dijual kembali di negara yang produk tersebut tengah digandrungi via TikTok.
Baca juga : Dipanggil Kemenkop, TikTok Respons Ketidakhadiran Perwakilan Eksekutif Di Indonesia
Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kemenkop UKM Fiki Satari menjelaskan, pertemuan dengan TikTok digelar untuk menindaklanjuti aduan dari para pelaku usaha terkait produk impor yang membanjiri TikTok Shop.
“Kami terbuka dan siap mencari solusi bersama. TikTok diminta untuk mengedepankan semangat merah putih,” ucap Fiki.
Kemenkop UKM mengajak seluruh stakeholder maupun e-commerce untuk memastikan UMKM lokal naik kelas, dan bisa onboarding di platfotm digital yang ditargetkan Pemerintah mencapai 30 juta UMKM di tahun 2024. Saat ini telah mencapai 22 juta UMKM onboarding per Maret 2023. Dan ketika UMKM sudah masuk ke e-commerce harus ada equal playing field.
Baca juga : AEML Siap Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik Di Indonesia
“Kalau berbicara dengan revisi Permendag, ini memang belum diatur,” katanya.
Ia bilang, regulasi akan selalu kejar-kejaran dengan fakta di lapangan. Sebab, revisi Permendag butuh 1 tahun.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 27/7/2023 dengan judul Tepis Lakukan Cross Border, TikTok Bantah Selundupkan Barang China Ke Indonesia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya