Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Tujuh Kuartal Berturut-turut Terus Tumbuh

Ekonomi RI Lebih Sehat Dari AS Dan Singapura

Selasa, 8 Agustus 2023 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat menggelar konferensi pers pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun 2023 di Jakarta, Senin (7/8/2023). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat menggelar konferensi pers pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun 2023 di Jakarta, Senin (7/8/2023). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar baik dialami ekonomi Indonesia. Pemerintah mencatat, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 mencapai 5,17 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dengan begitu, 7 kali kuartal berturut-turut ekonomi terus tumbuh, lebih baik daripada Singapura dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto mengatakan, tingkat inflasi Indonesia tercatat 3,08 persen atau lebih baik dari negara lainnya.

Baca juga : Airlangga Apresiasi Pemda Jaga Inflasi

Sementara, negara lain seperti Jerman, tingkat inflasinya masih tinggi di angka 6 persen dan Turki yang tengah mengalami hiperinflasi bahkan mencapai 47 persen.

“Dibandingkan negara lain, pertumbuhan Indonesia sangat kuat dengan inflasi terkendali inflasi 3 persen itu masuk APBN 3+-1 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Menkeu: 6 Kuartal Berturut-turut, Ekonomi Indonesia Terjaga Di Kisaran 5 Persen

Airlangga menjelaskan, pertum­buhan kita hanya di bawah China 6,3 persen dan Uzbekistan 5,6 persen. Vietnam, Amerika Serikat, Singapura bahkan Jerman, masih mengalami kontraksi.

Menurutnya, Pemerintah ya­kin pertumbuhan ekonomi Indo­nesia masih tetap sesuai prediksi, yakni 5,3 persen. Ada sejumlah hal yang disebut akan dilakukan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi ke de­pannya.

Baca juga : PSI: Proporsional Tertutup Jauhkan Rakyat Dari Wakilnya

“Harapannya, kuartal 3 kita bisa tingkatkan karena salah satu pengungkitnya kuartal 3 adalah belanja komoditas. Kami akan pastikan belanja Pemerintah di kementerian dan lembaga, seperti infrastruktur, program padat karya kita terus dorong,” jelasnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) M Edy Mahmud mengatakan, Pencapaian ini meningkat dari posisi kuartal I-2023 yang sebesar 5,03 persen. Perekonomian kuartal II-2023 tumbuh secara konsisten di kisaran 5 persen dalam tujuh kuartal terakhir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.