Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
300 Ribu Warga Butuh Listrik, Akademisi Dukung PLTA Batang Toru Lekas Beroperasi
Minggu, 3 September 2023 14:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proyek pemanfaatan energi air untuk menghasilkan energi listrik sudah mulai dilakukan di Indonesia.
Salah satunya, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatera Utara.
Akademisi UIN Syahada Padangsidempuan, Mhd. Latip Kahpi menyatakan, PLTA Batang Toru adalah wujud konkret upaya transisi ke energi bersih di Indonesia.
Menurutnya, PLTA tersebut bukan saja dapat memenuhi kebutuhan energi warga Sumut, tapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar.
Baca juga : Ribuan Buruh Kepung MK Jelang Putusan UU Cipta Kerja
"PLTA Batang Toru memberikan dampak ekonomi yang besar. Saat ini telah terserap ratusan angkatan kerja baru yang berasal dari masyarakat Tapsel," kata Latip saat menghadiri Diskusi Politik Perubahan Iklim dan Energi Terbarukan yang digelar Environmental Institute di Padang Sidempuan, Minggu (3/9).
Latip menambahkan, PLTA Batang Toru juga menjawab ratusan ribu warga masyarakat yang selama ini tidak memiliki akses terhadap listrik.
Menurut dia masih ada 65 ribu rumah tangga atau sekitar 300 ribu orang, yang belum mendapatkan aliran listrik di Sumatera Utara.
Padahal listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi semua orang.
Baca juga : Ribuan Buruh Sumut Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo
"Dampak PLTA Batang Toru sangat besar, kita dukung untuk segera beroperasi, supaya segera menjawab kebutuhan listrik seluruh masyarakat Sumatera Utara," tegasnya.
Di sisi lain, Latip menilai keberadaan PLTA Batang Toru bukan hanya mampu menyerap tenaga kerja, tetapi juga memberi dampak positif bagi pertanian di wilayah Tapanuli Selatan.
"Keberadaan PLTA Batang Toru juga lingkungan akan lebih terjaga. Karena saat hutan rusak, maka debit air terganggu, dan pas akhirnya akan mengurangi pasokan air yang digunakan untuk memproduksi sumber energi," urainya.
Sementara dari kacamata agama Islam, Latip menambahkan, energi bukan lagi menempati posisi sebagai kebutuhan sekunder, tetapi sudah masuk pada kategori primer.
Baca juga : Perkuat Pasokan Listrik Sumut, Anggota DPR Dukung Proyek PLTA Batang Toru
Sebab hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia membutuhkan energi.
"Islam melihat energi bukan lagi menjadi hajiyah, tapi sudah menjadi dlaruriyyah, (yaitu) kebutuhan energi di zaman modren yang semakin besar menjadikan EBT sebagai kebutuhan dasar manusia," tandasnya.
Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, juga menyampaikan, pembangunan PLTA di Batang Toru akan menghasilkan energi bersih.
"Serta turut menjaga ekosistem hutan di sekitarnya karena juga membutuhkan air untuk operasinya," tutur Dolly.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya