Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Wujudkan Net Zero Emissions 2060
Erick Dorong BUMN Masuk Bursa Karbon
Sabtu, 30 September 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Selanjutnya green financing, didefinisikan sebagai dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Dikatakannya, penerapan berbagai kebijakan harus menyasar industri yang menghasilkan karbon besar, salah satunya adalah industri manufaktur.
Di negara Eropa dan negara maju lainnya, kata Fahmy, telah menerapkan kebijakan green financing, yakni memberikan bunga rendah bagi perusahaan yang berkontribusi mengurangi emisi karbon.
Baca juga : BUMN Setrum Dukung Perdagangan Karbon
Beberapa negara menerapkan green tax. Kebijakan untuk mereduksi kerusakan lingkungan. Melalui kebijakan itu diharapkan hasil green tax yang terkumpul dapat digunakan untuk membiayai perbaikan kerusakan lingkungan. Saat ini green tax belum diterapkan di Indonesia.
Fahmy berharap, perdagangan Bursa Karbon masih tergolong baru bagi Indonesia, sehingga memerlukan sosialisasi yang massif agar dipahami oleh berbagai pihak.
Yakni mulai dari pengaturan tata niaga, hingga regulasi agar tercipta jaminan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan pihak terkait di dalamnya.
Baca juga : Pertamina Kembangkan Teknologi Penangkapan Dan Penyimpanan Karbon
“Ditambah faktor pengawasan oleh Pemerintah juga penting,” ujarnya.
Terpisah, Menteri Erick mengatakan, meskipun dari Kementerian mendorong perusahaan BUMN untuk masuk ke bursa karbon, namun tidak berarti harus semua perusahaan pelat merah. Dorongan ini hanya berlaku untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan di bidangnya.
“Yang memang punya kekuatan (yang masuk). Jangan semuanya masuk tapi tidak punya kekuatan,” imbau Erick di Jakarta, Rabu (27/9).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya