Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ganjar Bicara Pentingnya Creative Hub Di Seluruh Penjuru Indonesia
- BSK Kumham Lakukan Advokasi Hasil Analisis Kebijakan Tahun 2023
- Menko Airlangga Sahkan Pembentukan 3 KEK Baru
- Padukan Kuliner dan Hiburan, Cakra Khan Ramaikan Launching Crane Lounge Jakarta
- Implementasi Restrukurisasi Capai 90 Persen, WSBP Perkuat Fundamental Keuagan
Wujudkan Net Zero Emissions 2060
Erick Dorong BUMN Masuk Bursa Karbon
Sabtu, 30 September 2023 07:20 WIB

RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan jumlah perusahaan pelat merah yang masuk dalam bursa karbon atau IDX Karbon, bertambah. BUMN diharapkannya menjadi pioneer dalam mewujudkan Indonesia Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Pada penyedia unit karbon di perdagangan perdana IDX Karbon terdapat Pertamina New and Renewable Energy (PNRE). Perusahaan ini menyediakan Unit Karbon dari Proyek Lahendong unit 5 dan 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Sementara para pembelinya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT BNI Sekuritas, dan PT BRI Danareksa Sekuritas. Kemudian PT CarbonX Bumi Harmoni, PT MMS Group Indonesia, PT Multi Optimal Riset dan Edukasi, PT Pamapersada Nusantara, PT Pelita Air Service, PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina Patra Niaga.
Baca juga : BUMN Setrum Dukung Perdagangan Karbon
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi meyakini, penerapan bursa karbon bisa menjadi langkah awal Pemerintah untuk men-trigger membuat instrumen kebijakan yang mendukung pengurangan emisi karbon.
“Meskipun pajak karbon belum signifikan menurunkan emisi karbon, tapi ini urgent. Keterlibatan BUMN bisa jadi contoh dan best practices,” beber Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Fahmy menilai, bursa karbon bukan satu-satunya cara megurangi emisi karbon. Karena harus ada instrumen kebijakan lain yang punya tujuan sama mengurangi emisi karbon.
Baca juga : Pertamina Kembangkan Teknologi Penangkapan Dan Penyimpanan Karbon
“Kebijakan itu justru akan berhasil jika dibarengi dengan instrumen kebijakan lainnya seperti green financing dan green tax,” jelasnya.
Dia membeberkan, untuk pajak lingkungan atau green tax adalah pajak yang berfungsi selain sebagai penunjang pembangunan sebuah negara atau wilayah, juga digunakan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup sekitar.
“Dengan begitu, akan terjadi keserasian antara perkembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya