Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

UKMK Sawit Diharapkan Mampu Entaskan Kemiskinan Di Sulbar

Rabu, 4 Oktober 2023 21:26 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi berbasis kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diharapkan mampu mengatasi masalah kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem melalui pengembangan produk-produk UKMK berbasis kelapa sawit.

Selain itu, perlu didorong adanya regenerasi petani kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Sulbar.

Sehingga, dapat menjaga keberlanjutan sawit Indonesia dan selalu mengkampanyekan kebaikan-kebaikan perkelapasawitan nasional.

Asisten III Setda Provinsi Sulbar Jamil Barambangi mengatakan, pengembangan industri kelapa sawit akan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap aspek pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Sulbar.

"Pemerintah mengharapkan agar program dan kegiatan dalam memajukan perkebunan kelapa sawit supaya tetap berkelanjutan," katanya, saat membuka FGD UKMK Sawitku Hebat "Membangun Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) Berbasis Kelapa Sawit", di Grand Maleo Hotel, Mamuju, Selasa (3/10/2023).

Pada kegiatan yang dilaksanakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) tersebut, Jamil mengharapkan muncul ide cemerlang dan gagasan baru untuk mendongkrak perekonomian Provinsi Sulbar.

Baca juga : Selamatkan Sawit, Kementan Terjun Padamkan Kebakaran Lahan Di Kalsel

"Melalui gagasan baru yang dihasilkan, betul betul ke depannya bisa menguntungkan dan membantu pemerintah Sulawesi Barat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini," ujar Jamil.

Kepala Divisi KUKM BPDPKS Helmi Muhansyah menjelaskan, komoditi kelapa sawit menjadi komoditi strategis dalam mendorong perekonomian dan sebagai sektor penyumbang devisa negara yang sangat besar setiap tahunnya.

Dijelaskan, berbagai produk turunan sawit yang dapat dikembangkan, melalui FGD ini dapat mewujudkan pengembangan sawit berkelanjutan.

"Tidak semua masyarakat mengetahui turunan sawit. Sehingga kedepan bagaimana mengembangkan sawit ini terus berkelanjutan," ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, BPDPKS telah memiliki program Gebyar UKMK Berbasis Sawit.

Melalui program ini diharapkan masyarakat bisa merasakan manfaat kelapa sawit secara lebih besar.

Baca juga : Merawat Harapan Melawan Korupsi

Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengatakan, petani sawit sangat merasakan manfaat kelapa sawit dalam mengangkat harkat dan martabat petani.

Karena itu, ia terus mendorong pengembangan kelapa sawit di Indonesia, baik dalam produksi maupun hilirisasi.

"Hal itu lebih mudah dapat diwujudkan dengan adanya kemitraan antara petani dengan perusahaan pekebun," tuturnya.

Setiyono mengatakan, tanpa adanya kemitraan antara perusahaan perkebunan dan petani, pengembangan kelapa sawit sulit dilakukan sehingga petani kelapa sawit di Sulbar didorong untuk melakukan kemitraan dengan perusahaan.

"Salah satu yang bisa membantu petani dalam meningkatkan produksi kelapa sawit adalah melalui pola kemitraan," ucap Setiyono.

Ketua DPD I Aspekpir Sulbar Budhi Yanto mengatakan, program-program pembinaan bagi petani, khususnya dalam mengembangkan usaha kecil, menengah dan koperasi sangat dibutuhkan.

Baca juga : APBN 2024 Diharap Mampu Jadi Instrumen Percepatan Pembangunan

Sehingga, kehadiran kelapa sawit bisa maksimal dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, Aspekpir Sulbar mengharapkan dukungan yang tiada henti-hentinya dari BPDPKS terhadap Aspekpir dalam menyebarkan dan mengenalkan berbagai produk hilir, produk rumahan maupun produk UMKM sawit ke seluruh petani PIR di Indonesia.

"Banyak turunan kelapa sawit yang bisa kita kembangkan," ungkapnya.

FGD tersebut berlangsung hingga tanggal 5 Oktober 2023. Pada event tersebut, juga dipamerkan berbagai produk berbasis kelapa sawit, khususnya produk sabun dan kecantikan serta produk-produk UKMK lainnya yang telah berkembang atau dikembangkan di Sulbar.

Kegiatan ditutup dengan field trip ke salah satu pabrik kelapa sawit di Sulbar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.