Dark/Light Mode

MRT Jakarta Yakinkan Investor TOD Jadi Proyek Menguntungkan

Minggu, 8 Oktober 2023 11:38 WIB
Kepala Divisi TOD PT MRT Jakarta Perseroda Gunawan dalam sesi kelas MFP MRT Fellowship Program di Jakarta, Rabu (4/10). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)
Kepala Divisi TOD PT MRT Jakarta Perseroda Gunawan dalam sesi kelas MFP MRT Fellowship Program di Jakarta, Rabu (4/10). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Ia menuturkan, sebagai pengelola TOD, pihaknya menerapkan penataan ruang kota melalui perencanaan kawasan di sekitar stasiun sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan kawasan. Seperti interkoneksi layang dan bawah tanah, berkolaborasi aktif dengan stakeholder untuk membangun konektivitas langsung ke stasiun melalui pembangunan interkoneksi layang dan bawah tanah.

Selain itu juga membangun pedestrian dan peningkatan area stasiun, yakni dengan meningkatkan kemudahan berjalan kaki di area stasiun dengan menyediakan infrastruktur yang nyaman dan aman.

Termasuk meningkatan fasilitas transit, dengan mengembangkan fasilitas transit di sekitar stasiun untuk meningkatkan pergerakan dan kemudahan perpindahan moda transportasi.

Gunawan melanjutkan, kehadiran TOD juga mampu menciptakan potensi ekosistem bisnis baru. Seperti Renewable Energy, mendorong program pemakaian EBT (Energi Baru Terbarukan) demi mewujudkan kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga : Indonesia Jaring Investor Inggris Dan Eropa Lewat Proyek Senilai USD 560 Juta

Bahkan TOD juga mampu mencipatakan autonomous dan electric vehicle. Yakni mendorong adopsi kendaraan listrik otonom untuk mobilitas pribadi ramah lingkungan.

Selanjutkan, memberikan manfaat Millennials Housing & Co-living dengan menyediakan hunian terintegrasi untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik. Lalu Utilities Infrastructure, yakni meningkatkan utilitas infrastruktur dalam peningkatan kualitas kawasan.

“Terakhir, TOD juga mampu sebagai fungsi financing, yakni dengan membuka peluang bagi investor dalam pengembangan kawasan,” ujarnya.

Tambah Lokasi TOD

Baca juga : Jika Jabatannya Tak Diperpanjang, Panglima TNI Pilih Jadi Petani

MRT Jakarta setidaknya akan menambah lokasi pengelolaan Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development/TOD) di tiga lokasi. Yakni di kawasan Setiabudi, Bendungan Hilir, dan Glodok-Kota Tua, di mana ketiga kawasan tersebut masih menunggu penetapan melalui Keputusan Gubernur.

Sehingga nantinya, total pengelolaan TOD oleh MRT Jakarta menjadi 9 lokasi. Sisanya keenam kawasan TOD yang sudah berjalan dan beroperasi meliputi TOD Lebak Bulus (Gerbang Suar Jakarta), TOD Fatmawati (Ruang Atas Dinamis), TOD Blok M-Sisingamangaraja (Green Creative Hub), TOD Istora-Senayan (Beranda Pelita Indonesia), TOD Dukuh Atas (Kolaborasi Gerak), dan TOD Bundaran HI (Poros Monumental Jakarta).

“Untuk keseluruhan 13 project di tahun lalu, perputaran dananya telah mencapai Rp 1,5 triliun, dan setiap tahun, kami ditargetkan ada 10 project TOD, minimal. Makanya kami terus berupaya untuk menggandeng investor dan mengajak pihak swasta dan lainnya untuk terus berkolaborasi,” ungkapnya.

Berbicara TOD, kata Gunawan, sudah banyak investor yang menyatakan minatnya. Terutama investor dari Jepang, karena mereka sudah sangat maju transportasinya.

Baca juga : Dukung Kemajuan Akuntan Investigator, IAPI Lantik Pengurus FAIr

“Ada juga dari Korea, China dan Malaysia. Bahkan dari Eropa dan Timur Tengah yang menyatakan tertarik dan ingin bikin Memorandum of Understanding (MoU) dengan kita,” jelasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.