Dark/Light Mode

Jepang Stop Danai PLTU Indramayu

Jokowi: Kebutuhan Listrik Bergeser Ke Energi Hijau

Sabtu, 14 Oktober 2023 07:10 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi (kedua kiri) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (ketiga kiri) meninjau panen padi di Desa Karanglayung, Sukra, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10/2023). Presiden Joko Widodo meninjau panen padi yang masih dalam kondisi baik meski sedang terjadi El Nino, sekaligus juga membagikan bantuan secara langsung kepada para petani. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi (kedua kiri) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (ketiga kiri) meninjau panen padi di Desa Karanglayung, Sukra, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10/2023). Presiden Joko Widodo meninjau panen padi yang masih dalam kondisi baik meski sedang terjadi El Nino, sekaligus juga membagikan bantuan secara langsung kepada para petani. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memprioritaskan penggunaan energi hijau untuk pembangkit listrik nasional. Atas dasar itu, belum ada kepastian terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu II.

Saat ini, Pemerintah tengah memprioritaskan pengembangan pembangkit berbasis hidro, angin, geothermal dan surya.

Salah satu pembangkit yang memanfaatkan tenaga Surya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Baca juga : Menteri PUPR Bahas Kebutuhan Air Bersih Di IKN Dengan USAID

PLTS terbesar di Asia Teng­gara ini rencananya bakal diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beroperasi pada November 2023.

“Semua yang berkaitan dengan kebutuhan listrik secara nasional kita dukung, tetapi sekarang ini kita mulai bergeser ke energi hi­jau,” kata Jokowi, saat meninjau panen petani di Indramayu, Jawa Barat, kemarin.

Proyek PLTU Indramayu merupakan program mega proyek 35.000 MW (Mega Watt) era Pemerintahan Jokowi periode pertama. Rencana penyusunan proyek PLTU Indramayu sudah dimulai sejak 2015.

Baca juga : Jokowi Cek Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang, Terbesar Di Asia Tenggara

Pembangunan proyek PLTU ini dimulai tahun 2022 dengan target operasi di tahun 2026. Kapasitas yang akan dihasilkan 2x1.000 MW dengan dana seki­tar Rp 29,5 triliun.

Dana untuk proyek PLTU In­dramayu ini berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan pinjaman luar negeri dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Meski begitu, Pemerintah Jepang memutuskan untuk me­nyetop pembiayaan PLTU In­dramayu. Alasannya, Negeri Sakura tak lagi ingin mendukung aktivitas yang berhubungan den­gan batubara seiring percepatan transisi energi.

Baca juga : Didukung 79 EV Charging PLN Disjaya, Kendaraan Listrik Delegasi KTT ASEAN Lancar

Jokowi belum bisa mengung­kapkan nasib pembangunan PLTU Indramayu tersebut. Hanya saja, dia menyebut Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki we­wenang terhadap pembangunan PLTU baru ke depannya.

“Kalau ada PLTU itu harus su­percritical semuanya, standar-stan­darnya itu saya kira di kementerian ESDM tahu semua,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.