Dark/Light Mode

Program Transformasi BUMN Tuai Hasil Positif

Kinerja BRI Dan PTPN Kinclong

Jumat, 27 Oktober 2023 07:20 WIB
(Dari kiri) Direktur UtamaPT Perkebunan Nusantara III (Persero)/Holding Perkebunan Mohammad Abdul Gani, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/Holding Ultra Mikro Sunarso, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN (Ngopi BUMN), bertema, Transformasi BUMN: Kinerja Positif, di Jakarta, Kamis (26/10). (Foto: dok. Kementerian BUMN)
(Dari kiri) Direktur UtamaPT Perkebunan Nusantara III (Persero)/Holding Perkebunan Mohammad Abdul Gani, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/Holding Ultra Mikro Sunarso, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN (Ngopi BUMN), bertema, Transformasi BUMN: Kinerja Positif, di Jakarta, Kamis (26/10). (Foto: dok. Kementerian BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program transformasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menuai hasil positif. Hal tersebut bisa dilihat dari kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI Tbk dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau Holding Perkebunan, yang kinclong.

Direktur Utama Holding Perkebunan Mohammad Abdul Gani mengatakan, transformasi yang dilakukan PTPN dimulai dari restrukturisasi organisasi. Langkah ini diambil karena pada periode 2014 hingga 2019 terjadi lima pergantian Direktur Utama (Dirut) definitif dan dua Pelak­sana Tugas (Plt) Direktur Utama.

Hal ini, papar Gani, menjadi salah satu masalah dalam men­capai target perusahaan. Karena itu, transformasi pertama yang dilakukan adalah melakukan restrukturisasi organisasi.

Baca juga : Pengumuman CPNS 2023, Cek Hasil Seleksi Administrasi, Cara Sanggah Dan Pesaing

“Kami juga mengubah tata kelola holding, yang tadinya strategic holding menjadi operating holding,” ujar Gani, dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN (Ngopi BUMN) bertajuk Transformasi BUMN: Kinerja Positif di Jakarta, kemarin.

Selama ini persoalan disparitas juga kerap terjadi di antara PTPN. Misalnya, ada satu PTPN yang maju, sementara PTPN yang lain malah kesulitan untuk membayar gaji karyawan. Namun, masalah ini sudah teratasi.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami bisa mengurangi utang sampai Rp 8,5 triliun. Bahkan, kerugian selama enam tahun bisa ditutup dari perolehan laba dalam tiga tahun terakhir,” ucapnya.

Baca juga : Teten: Transformasi Digital UMKM Bukan Hanya Pindah Jualan Ke Online, Lebih Dari Itu!

Gani meyakini, berbagai upaya yang dilakukan perseroan telah mampu memperbaiki kinerja ke depan, baik operasional maupun finansial.

“Tahun ini, kami yakin bisa membukukan laba untuk pertama kalinya, sejak 20 tahun,” katanya.

Gani mengingatkan, Indonesia sempat alami kelangkaan minyak goreng. Padahal Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar. Artinya, imbuh Gani, jika terjadi hal serupa di masa depan, maka negara melalui PTPN bisa hadir dan memenuhi kebutuhan min­yak goreng sebanyak 40 persen.

Baca juga : Digitalisasi Pertamina Tingkatkan Efisiensi, Kinerja, Dan Daya Saing

“Itu yang perlu diproteksi, karena berhubungan dengan masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.