Dark/Light Mode

Program Transformasi BUMN Tuai Hasil Positif

Kinerja BRI Dan PTPN Kinclong

Jumat, 27 Oktober 2023 07:20 WIB
(Dari kiri) Direktur UtamaPT Perkebunan Nusantara III (Persero)/Holding Perkebunan Mohammad Abdul Gani, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/Holding Ultra Mikro Sunarso, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN (Ngopi BUMN), bertema, Transformasi BUMN: Kinerja Positif, di Jakarta, Kamis (26/10). (Foto: dok. Kementerian BUMN)
(Dari kiri) Direktur UtamaPT Perkebunan Nusantara III (Persero)/Holding Perkebunan Mohammad Abdul Gani, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/Holding Ultra Mikro Sunarso, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN (Ngopi BUMN), bertema, Transformasi BUMN: Kinerja Positif, di Jakarta, Kamis (26/10). (Foto: dok. Kementerian BUMN)

 Sebelumnya 
Di kesempatan yang sama, Di­rektur Utama BRI, yang juga in­duk Holding Ultra Mikro Sunarso menjelaskan, transformasi tidak hanya dilakukan pada BUMN sekarat. Tapi juga pada BUMN yang berkinerja baik.

"Selama ini, BRI dikenal sebagai perusahaan BUMN yang berjaya. Tetapi tetap harus memikirkan transformasi untuk keberlangsungan bisnis ke depannya," ujar Sunarso.

Apalagi, lanjut Sunarso, BRI merupakan bank yang berger­ak dalam pembiayaan sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), yang memer­lukan jaringan luas untuk men­jangkau nasabah.

Karena itu, BRI membutuh­kan banyak jaringan karena cost operation-nya juga tinggi. Dan membutuhkan strategic risk.

Baca juga : Pengumuman CPNS 2023, Cek Hasil Seleksi Administrasi, Cara Sanggah Dan Pesaing

“Ini yang jadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi CEO (Chief Executive Officer). Caranya hanya satu, trans­formasi. Itu sulit dan berisiko. Tapi BRI berhasil melakukannya,” ucap mantan bos Pegadaian ini.

Sunarso menekankan, dalam melakukan transformasi harus jelas hal yang menjadi objek transformasinya.

“Pertama, digitalisasi dan perubahan culture atau mind­set SDM (Sumber Daya Manu­sia),” sambungnya.

Sebab, menurutnya, adalah hal mustahil untuk menjalankan atau menumbuhkan bisnis usaha pada holding ultra mikro, tanpa digital.

Baca juga : Teten: Transformasi Digital UMKM Bukan Hanya Pindah Jualan Ke Online, Lebih Dari Itu!

“Buat kami, adanya pandemi Covid-19, justru mempercepat transformasi digital. Kini, ada 37 juta nasabah yang sudah di-digitalisasi,” katanya.

Bahkan, pihaknya juga mam­pu menghapus kredit macet para pelaku UMKM atas dampak adanya pandemi Covid-19.

“Kredit UMKM yang macet karena Covid-19, sudah kami hapus. Nilainya mencapai Rp 24 triliun. Dan ini tidak menggang­gu laba perusahaan,” akunya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada sembilan bulan pertama ta­hun 2023, perseroan sudah mem­bukukan laba Rp 44,21 triliun.

Baca juga : Digitalisasi Pertamina Tingkatkan Efisiensi, Kinerja, Dan Daya Saing

Sementara tahun lalu, laba BRI mencapai Rp 51,4 triliun. Dari jumlah itu sebanyak Rp 43 triliun di antaranya dibagikan sebagai dividen. Jumlah tersebut, setara dengan 85 persen laba perusahaan.

“Kenapa 85 persen laba dibagikan sebagai dividen (bukan ditahan sebagai modal)? Karena modalnya BRI sekarang kegedean,” katanya.

Menurutnya, posisi modal BRI saat ini cukup besar karena pihaknya melaksanakan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membentuk holding ultra mikro. Serta melakukan rights issue sehingga meraup pendanaan hingga Rp 41 triliun.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 27/10/2023 dengan judul Program Transformasi BUMN Tuai Hasil Positif, Kinerja BRI Dan PTPN Kinclong

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.