Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Langkah Strategis, BNI Sukses Raup Laba Bersih Sebesar Rp 15,8 Triliun
Selasa, 31 Oktober 2023 18:51 WIB
Sebelumnya
Akselerasi kredit ini dilakukan dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian di mana sumber pertumbuhan kredit datang dari segmen berisiko rendah yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, dan kredit konsumer, serta dua perusahaan anak yaitu hibank dan BNI Finance.
Kredit segmen korporasi swasta blue chip tumbuh 19,2 persen yoy menjadi Rp 251,6 triliun, diikuti segmen enterprise, yang merupakan direct value chain dari nasabah korporasi tersebut, tumbuh 10,2 persen yoy. menjadi Rp 57,4 triliun.
Segmen konsumer tumbuh 12,7 persen yoy. menjadi Rp 119,5 triliun, yang dikontribusikan terutama dari pertumbuhan personal loan dan kredit pemilikan rumah (mortgage).
Sementara itu, secara gabungan, Perusahaan Anak mencatatkan pertumbuhan kredit 94,3 persen yoy, sebagai dampak transformasi bisnis yang mulai berjalan.
Baca juga : Kinerja Moncer, PTBA Raih Laba Bersih Rp 3,8 Triliun
"Penyaluran kredit yang tinggi oleh perusahaan anak dihasilkan dari hibank yang fokus pada pembiayaan UMKM berbasis cluster dan BNI Finance yang fokus pada pembiayaan kepemilikan mobil di segmen konsumer," ungkap Novita.
Sejalan dengan strategi akselerasi kredit di segmen berisiko rendah tersebut, kualitas kredit terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio NPL dan LaR. Rasio NPL per September 2023 tercatat berada di level 2,3 persen, telah jauh membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,0 persen yoy.
Sementara itu, rasio LaR, yang mencakup NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi tercatat sebesar 14,4 persen, membaik dibandingkan September tahun 2022 yang sebesar 19,3 persen yoy.
"Meskipun indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan yang kuat, kami terus mengimbanginya dengan penyediaan pencadangan pada level yang cukup untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian di masa mendatang," kata Novita.
Baca juga : Top! Hingga Triwulan III 2023, HAIS Raih Laba Bersih Rp 118,97 Miliar
Rasio pembentukan beban CKPN terhadap total kredit atau credit cost hingga September 2023 sebesar 1,4 persen yoy, menurun 60 bps dibandingkan credit cost yang dibentuk pada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,0 persen yoy.
CKPN yang dibentuk sangat memadai untuk meng-cover kebutuhan penambahan pencadangan bagi debitur-debitur yang masih dalam perhatian khusus.
Kecukupan pencadangan ini tergambar dari rasio pencadangan untuk NPL dan LaR pada posisi September 2023, yang berada di level memadai masing-masing sebesar 324,5 persen dan 51,1 persen.
Pertumbuhan DPK hingga September 2023 mencapai 9,1 persen yoy lebih tinggi dari pertumbuhan kredit karena BNI menekankan pentingnya membangun likuiditas yang kuat di saat terjadi kenaikan risiko ekonomi global akhir-akhir ini.
Baca juga : Turun, Utang Luar Negeri RI Agustus Capai Rp 6.205 triliun
Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) dapat dijaga sesuai dengan target perseroan didukung oleh kemampuan BNI untuk menyeimbangkan komposisi aset dan liabilitas secara efisien.
Novita menjelaskan, pihaknya melihat bahwa kinerja top line yang baik ini merupakan dampak dari upaya berkelanjutan yang dilakukan melalui implementasi program transformasi.
"Kami optimis untuk dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis dan mencapai target bisnis tahun ini," ucap Novita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya