Dark/Light Mode

Antisipasi Krisis Pangan

Zulhas: India Siap Kirim Beras

Kamis, 2 November 2023 07:10 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Kemendag)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Kemendag)

 Sebelumnya 
Dia menilai, ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan masih sangat tinggi. Dan proyeksi impor beras 3,5 juta ton tahun ini akan menjadi yang tertinggi pasca krisis 1997.

Angka ini juga melampaui impor beras 2,25 juta ton pada 2018. Menurut dia, hal ini men­jadi ironis karena baru pada 2022, Indonesia menerima peng­hargaan internasional karena dipandang mampu swasembada beras periode 2019-2021.

“Indonesia hingga kini belum mampu swasembada beras. Dan di masa El Nino, kegagalan terse­but harus dibayar mahal dengan lemahnya ketahanan pangan Indonesia,” ingat Yusuf.

Baca juga : Capres Beri Janji Indah Soal Iklim dan Energi Baru

Menurutnya, selama tidak mampu swasembada beras, Indonesia akan terus terekspos dengan risiko impor beras.

Sebagai salah satu negara im­portir pangan terbesar di dunia, Yusuf mengatakan Indonesia tak terhindarkan akan selalu terekspose dengan risiko politik proteksionisme pangan global.

Selain itu, banyak pihak yang te­lah lama mengingatkan bahwa ber­gantung pada pasar pangan global memunculkan kerentanan tinggi pada ketahanan pangan kita.

Baca juga : Lawan PS Sleman, David da Silva Siap 100 Persen

Dia menekankan kerentanan terbesar datang dari ketidakpas­tian pasokan dan harga pangan internasional. Indonesia sudah pernah mengalaminya pada saat krisis harga pangan global 2008.

“Saat itu, terutama harga beras di pasar internasional melonjak tinggi akibat gagal panen, speku­lasi di pasar komoditas. Dan politik pangan negara eksportir beras,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 2/11/2023 dengan judul Antisipasi Krisis Pangan, Zulhas: India Siap Kirim Beras

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.