Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Jadi Pusat Pertumbuhan ASEAN
Ekonomi Kita Tetap Stabil Jelang Pemilu
Jumat, 8 Desember 2023 07:10 WIB
Sebelumnya
Indonesia saat ini juga telah bergabung dengan kerja sama ekonomi Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dan sedang dalam proses aksesi menjadi anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Indonesia tengah menyelesaikan beberapa perundingan kerja sama internasional baik bilateral maupun regional. Antara lain Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan ASEAN-Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Selain itu, Indonesia juga sedang bersiap menjadi pelopor Carbon Capture Storage di ASEAN sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan potensi yang dimiliki Indonesia, yakni kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 4,85 giga ton CO2 pada depleted reservoir dan 572 giga ton CO2 pada saline aquifer.
Dia mengatakan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama melalui digitalisasi juga menjadi penting sebagai salah satu pengungkit utama dalam menuju Indonesia Maju.
Baca juga : Indonesia Serius Tangani Perubahan Iklim Dan Geber Target NDC
ASEAN, lanjut Airlangga, menjadi salah satu yang pertama mengembangkan DEFA. Saat ini nilai ekonomi digital di ASEAN hanya 1 triliun dolar AS.
“Tetapi dengan DEFA, kemudian dengan ekosistem yang sama, termasuk local currency transaction dan payment, insya Allah nilai ekonominya akan naik jadi 2 triliun dolar AS. Dari jumlah tersebut, 600-800 miliar dolar ASdari Indonesia,” pungkas Airlangga.
Wakil Ketua Umum dan Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi Dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta Kamdani mengatakan, sesuai tema “Pemilu Damai, Ekonomi Tumbuh, Menuju Indonesia Emas 2045”, pelaku usaha berharap Pemilu 2024 berjalan baik dan aman.
“Yang paling penting, kondusivitas dunia usaha bisa terjaga, sehingga kami pengusaha bisa terus berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dan ikut mensukseskan Visi Indonesia Emas 2045,” kata Shinta saat Jumpa Pers Rapimnas Kadin.
Baca juga : Surveyor Indonesia Cabang Makassar Dorong P3DN Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Menurutnya, untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045 tidak mudah. Dibutuhkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6-7 persen hingga 2045.
“Untuk mencapai ini, kerja sama yang baik antara Pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat sangat diperlukan. Kadin Indonesia berkomitmen mensukseskan visi ini, dengan terus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor industri hingga perdagangan yang terus tumbuh positif,” jelas Shinta.
Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, tahun 2023 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Kendati begitu, perekonomian Indonesia tetap tumbuh di atas 5 persen.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan, dari Pemerintah hingga dunia usaha.
Baca juga : Bank Mandiri Optimis Pertumbuhan Semua Sektor Positif, Berlanjut Sampai Akhir 2023
“Tahun depan, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,2-5,5 persen,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Kadin sebagai mitra strategis Pemerintah, terus fokus melaksanakan program dan inisiatif prioritas yang sudah berlangsung sepanjang 2023 dan akan diteruskan pada 2024.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 8/12/2023 dengan judul Indonesia Jadi Pusat Pertumbuhan ASEAN, Ekonomi Kita Tetap Stabil Jelang Pemilu
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya