Dark/Light Mode

Diapresiasi Banyak Pihak, Strategi Kebijakan OJK Tepat Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

Senin, 11 Desember 2023 20:26 WIB
Upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan oleh OJK agar tetap solid di tahun ini diapresiasi sejumlah pihak. (Foto: Ilustrasi Istimewa)
Upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan oleh OJK agar tetap solid di tahun ini diapresiasi sejumlah pihak. (Foto: Ilustrasi Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tetap solid di tahun ini diapresiasi sejumlah pihak.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai, strategi dan kebijakan yang ditempuh OJK dinilai tepat.

Apalagi berbagai tantangan yang dihadapi seperti perlambatan ekonomi global, penurunan harga komoditas, dan meningkatnya tensi geopolitik membuat peran OJK semakin penting.

“Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan regulator berperan amat besar dalam membentengi sektor keuangan dari berbagai risiko tersebut,” katanya di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Baca juga : OJK Gelar Sosialisasi Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan

Adapun beberapa kebijakan yang telah diluncurkan seperti penyempurnaan tata kelola perbankan, mendorong penguatan perizinan dan pengawasan terintegrasi, inovasi produk dan pendalaman pasar, sustainable finance dan digitalisasi perbankan.

"Dengan melihat hal tersebut, saya lihat peran OJK sangat besar untuk menjaga stabilitas sektor keuangan khususnya di industri perbankan sendiri," ungkapnya.

Diakui Josua, meskipun pertumbuhan kredit melambat, ia tetap memandang fenomena ini tidak terjadi di Indonesia saja tetapi global karena sebagian besar ekonomi dunia menurun sehingga penyaluran kredit cenderung menurun.

Data OJK menyebutkan, pertumbuhan kredit tercatat 8,99 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2023.

Baca juga : Jokowi: Perputaran Uang Di Sektor Riil Makin Kering

Angka menurun bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang tercatat 11,95 persen yoy.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2023 tercatat 3,43 persen yoy, juga menurun bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar 9,41 persen.

"Risiko kreditnya atau rasio Non Performing Loan (NPL)-nya terjaga dan restrukturisasi kredit terus menurun, jadi ada perbaikan di sana. Loan at Risk juga dari 11,81 persen (Oktober 2023) compare to 15,48 persen pada Oktober tahun lalu," ucapnya.

Adapun kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,77 persen dan NPL gross sebesar 2,42 persen di bulan Oktober 2023.

Baca juga : Lestari: Butuh Langkah Strategis Wujudkan Lingkungan Ramah Disabilitas

Jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 pun melanjutkan tren penurunan menjadi sebesar Rp 301,16 triliun pada Oktober 2023, jauh menurun bila dibandingkan Oktober 2022 yang sebesar Rp 512,88 triliun.

"Peran OJK diharapkan semakin besar lagi untuk memperkuat pengawasan, dan ketegasan dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan," ujar Josua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.