Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tekan Penggunaan Energi Fosil, Pupuk Kaltim Operasikan Port Charging Kendaraan Listrik
Sabtu, 30 Desember 2023 10:49 WIB
Sebelumnya
Yakni, dua unit port charging dengan daya 7 Kw (Kilowatt) untuk melayani mobil listrik yang memiliki baterai 42 Kwh (Kilowatt Hour), dengan durasi pengisian daya selama 3,5 jam dari kapasitas 20 persen hingga 100 persen.
Selanjutnya, dua port charging sepeda motor menggunakan sistem swap, yang masing-masing terdiri dari 10 slot pengisian dan satu slot penukaran.
"Port ini memiliki spesifikasi sistem autolog dan self service, serta didukung sistem verifikasi user hingga verifikasi baterai. Bahkan, dapat mendeteksi kapasitas dan kesehatan baterai, sekaligus tahan pada kondisi outdoor," jelasnya.
Terakhir, port pengisian daya bus listrik dengan dua nozzle yang telah didukung teknologi fast charging. Menurutnya, port ini memiliki daya 160 Kw, yang bisa mengisi daya baterai berkapasitas 128 Kwh hingga 315 Kwh," terang Erwin.
Baca juga : Perusahaan Kasih Bonus Karyawan Yang Rajin Lari
Selain itu, tiap pengisian akan memakan durasi sekitar satu jam untuk bus medium, serta 2,5 jam untuk bus besar dari kapasitas 20 persen ke 100 persen.
"SPKL Pupuk Kaltim ini pun, menjadi stasiun pengisian kendaraan listrik perusahaan pertama, dari seluruh industri pupuk dan pangan di Indonesia. Ini menjadi kebanggaan bagi Pupuk Kaltim, karena SPKL ini telah memiliki port charging kendaraan listrik terlengkap dalam satu lokasi," ujar Erwin.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan, pengoperasian SPKL ini merupakan wujud implementasi prinsip Environment, Social and Governance (ESG) guna meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Langkah ini, menurut Soesilo adalah bagian dari roadmap dekarbonisasi dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060, Pupuk Kaltim telah mencanangkan berbagai inisiasi strategis untuk mencapai target NDC (Nationally Determined Contribution) sebesar 32 persen di tahun 2030.
Baca juga : Puluhan Ribu Pelanggan MEP Di Muba Segera Nikmati Listrik PLN
"Kami fokus terhadap dekarbonisasi dan penurunan emisi, sebagai bagian dari implementasi ESG di lingkup bisnis perusahaan," ucap Soesilo.
Menurutnya, seluruh upaya ini juga telah diakui di tataran global, dengan capaian ESG Risk Rating peringkat tertinggi dunia untuk sektor agrokimia dari Sustainalytics.
Soesilo menjelaskan, di usia ke-46 tahun, Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan langkah dalam mendorong transformasi industri yang lebih hijau dengan berbagai inovasi.
Hal ini juga sebagai upaya perusahaan, menjadi global cost leader di industri pupuk, melalui implementasi strategis operational excellence dalam menciptakan produk yang lebih kompetitif.
Baca juga : Traveloka Raih Penghargaan Bergengsi Dari Kemendikbudristek 2023
Untuk itu, keberadaan SPKL ini menjadi salah satu cara perseroan untuk menjawab hal tersebut dan diharapkan semakin mengokohkan peran dan kontribusi perusahaan terhadap program Pemerintah dalam penurunan emisi secara bertahap.
"Semoga pengisian daya kendaraan listrik ini, bisa diikuti pelaku industri tanah air lainnya, agar pemanfaatan energi fosil yang selama ini masif digunakan, secara perlahan mampu ditekan dalam mendorong keberlanjutan," ujar Soesilo.
Ia menegaskan, aspek keberlanjutan merupakan keharusan dan menjadi poin penting dalam aktivitas bisnis dan bukan sekadar soal kewajiban. Hal ini yang mengantarkan Pupuk Kaltim mampu tumbuh dengan kinerja signifikan.
"Berbagai capaian telah diraih dan apresiasi tak hanya di tingkat nasional tapi juga global," pungkas Soesilo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya