Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tahun Ini Masih Berpotensi Tumbuh
Persaingan E-commerce Diproyeksi Makin Sengit
Jumat, 5 Januari 2024 07:20 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga mengaku optimistis, peningkatan transaksi di platform e-commerce di tahun 2023 dan tahun ini masih dalam tren baik, meski di tengah berbagai tekanan global yang terjadi.
“Pada 2024, perekonomian Indonesia diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, diperkuat oleh industri ekonomi digital yang terus berkembang,” jelas Bima dalam keterangan resminya, Selasa (2/1/2024).
Baca juga : Di Hadapan GMNI, Ganjar Berkomitmen Terus Perjuangkan Nasib Rakyat
Dalam laporan e-Conomy SEA 2023, proyeksi ekonomi digital mencapai 110 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1.712,9 triliun pada 2025, dengan sebagian besar pertumbuhan didorong oleh sektor e-commerce yang mengalami perkembangan pesat.
Konsumen semakin terbiasa dan nyaman berbelanja menggunakan platform digital. Hal ini karena memandang kemudahan, kenyamanan, dan fleksibilitas sebagai faktor utama dalam pemilihan mereka.
Baca juga : Petrogas Basin Didorong Tingkatkan Produksi Migas
“Tren positif ini akan terus meningkat, terlepas dari berbagai masalah yang mungkin muncul,” ujarnya.
Namun perusahaan-perusahaan e-commerce tengah menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas operasional mereka. Salah satu strategi umum yang diadopsi adalah menerapkan biaya layanan dan komisi kepada mitra mereka.
Baca juga : Tahun Politik, MUI: Hati-hati Bercanda Gunakan Diksi Agama
“Investasinya dari teknologi itu sangat besar. Mereka butuh biaya untuk operasional. Salah satunya melalui opsi penerapan biaya e-commerce,” katanya.
Ia mengimbau, biaya-biaya tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan layanan kepada pengguna. Kemudahan mencari produk, kenyamanan dalam mengajukan komplain, dan keamanan bertransaksi harus menjadi fokus utama bagi platform e-commerce.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya