Dark/Light Mode

InvestorTrust Gelar Best Unit Link Award 2024, 52 Produk Unit Link Jadi Unggulan

Rabu, 28 Februari 2024 18:10 WIB
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia AAUI, Bern Dwiyanto (Foto: investortrust.id)
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia AAUI, Bern Dwiyanto (Foto: investortrust.id)

 Sebelumnya 
Dalam seleksi awal Best Unit Link Award 2024, produk unit link harus memenuhi kriteria minimal berumur 3 tahun.

Penghargaan ini tidak mengikutsertakan produk dengan kinerja anomali. Selain itu, produk juga tidak boleh atau tidak sedang memiliki mengalami masalah hukum berdasarkan keputusan resmi dalam 3 tahun terakhir.

Dalam Best Unit Link Awards, terdapat 5 jenis kategorisasi pemeringkatan yakn Kategori Unit Link Pasar Uang, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap IDR, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap USD, Kategori Unit Link Campuran, dan Kategori Unit Link Saham.

Kategorisasi pemeringkatan dibedakan atas beberapa periode penilaian yakni Periode penilaian 3 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 5 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 7 tahun (Kategori Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), dan Periode penilaian 10 tahun (Kategori Jenis Saham).

Baca juga : Pemkab Bekasi Lanjutkan Program Penurunan Stunting Dan Pengangguran

Dari setiap periode penilaian, dipilih pemenang 3 terbaik dari setiap kategori. Dengan indikator pemeringkatan Total Return, Modified Sharpe Ratio, dan Downside Risk.

Total Return menunjukkan pencapaian hasil pengelolaan atas portofolio investasi Unit Link oleh suatu perusahaan asuransi selama periode tertentu, yang terlihat dari perubahan harga produk Unit Link sejak periode awal hingga akhir pengamatan.

Penggunaan indikator annualized return ditujukan, agar produk dapat disejajarkan dengan tingkat bunga bebas risiko (risk free), melalui penggunaan rata-rata suku bunga simpanan yang dikeluarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah pajak, dalam periode pengamatan yang sama.

Modified Sharpe Ratio merupakan modifikasi terhadap metode Sharpe Ratio, menilai tingkat optimalisasi kinerja investasi yang terukur dari hasil perbandingan antara imbal hasil (return) terhadap risiko fluktuasi harga (risk).

Baca juga : Raih Best Stock Awards 2024, Saham BRI Perkuat IHSG

Tingkat fluktuasi harga tercermin pada nilai Standar Deviasi, yang mencerminkan besarnya penyimpangan terhadap nilai rata-rata kinerja historis suatu produk Unit Link selama periode pengamatan.

Sementara Downside Risk, merupakan metode pengukuran risiko yang secara spesifik hanya mengukur risiko saat kinerja produk Unit Link mencatat hasil negatif atau di bawah target return yang diharapkan (minimum acceptable return). Dalam hal ini, investortrust.id menetapkan angka nol persen.

Semakin kecil downside risk, tentu akan semakin kecil potensi tingkat tekanan terhadap kinerja produk Unit Link, saat mengalami fluktuasi pasar.

Mekanisme pemeringkatan dilakukan melalui pemberian skor. Nilai indikator tertinggi akan mendapatkan skor tertinggi, berdasarkan jumlah populasi di setiap kelompok pemeringkatan.

Baca juga : Raih Platinum SNI Award 2023, Pupuk Indonesia Mantap Bersaing Di Pasar Global

Selanjutnya, perhitungan total skor ditentukan berdasarkan nilai rata-rata tertimbang dari bobot tiap indikator. Total Return 40 persen, Modified Sharpe Ratio 40 persen, dan Downside Risk 20 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.