Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Ekonomi Halal RI Menjanjikan, Wapres Rayu Pengusaha Selandia Baru

Jumat, 1 Maret 2024 15:11 WIB
Wapres KH Maruf Amin saat bertemu dengan pengusaha Selandia Baru, Jumat (1/3/2024). (Foto: BPMI Setpres)
Wapres KH Maruf Amin saat bertemu dengan pengusaha Selandia Baru, Jumat (1/3/2024). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai usaha dilakukan Wapres KH Maruf Amin agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi halal di dunia. Salah satunya adalah dengan merayu dan meyakinkan pengusaha di berbagai negara agar mau bekerja sama dengan mitra usaha yang ada di Indonesia. 

Begitu juga yang dilakukan Wapres saat melakukan kunjungan kerja ke Selandia Baru pekan ini. Selain bertemu pemimpin negara di negeri Kiwi itu, Kiai Maruf juga bertemu dengan para pelaku industri halal. Pertemuan dengan para pengusaha itu digelar di Hotel Cordis, Auckland, Selandia Baru, Jumat (01/03/2024) pagi. 

Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan prospek ekonomi halal Indonesia yang semakin menjanjikan. Ia pun menawarkan peluang kerja sama yang lebih besar antara pelaku industri halal Selandia Baru dan mitranya di Indonesia.

“Ekonomi halal saya yakini akan terus berkembang, karena penerapan dan prinsip halal tidak hanya dibatasi oleh kaidah agama, tetapi juga mencakup standar kesehatan, kebersihan dan keselamatan yang tinggi,” kata Wapres, dikutip dari siaran pers, Jumat (1/3/2024). 

Baca juga : Sambut Bulan Ramadhan, Aplikasi Ruang Ngaji Tambahkan Fitur Baru

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tutur Wapres, Indonesia berpandangan bahwa sertifikasi dan jaminan produk halal merupakan hal penting baik dalam aspek religi, maupun aspek ekonomi.

Kata Wapres, Indonesia adalah negara muslim yang besar. Penduduknya lebih dari 240 juta. Dengan jumlah penduduk tersebut, Indonesia memiliki kapasitas di berbagai sektor industri halal, termasuk makanan, minuman, media dan rekreasi, farmasi dan kosmetik. 

Menurut Wapres, hal tersebut merupakan peluang besar bagi pengembangan industri halal nasional. Bahkan ia mencatat, sektor halal berpotensi memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar lebih dari 5 miliar dolar AS per tahun dan menjadi arus baru pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga mengamati adanya peningkatan minat dan permintaan internasional akan produk halal. Secara global diperkirakan pada tahun 2025 pengeluaran umat Islam di sektor halal akan mencapai 3 triliun dolar AS, ekonomi halal global juga diestimasi mencapai hampir 5 triliun dolar AS pada 2030,” paparnya. 

Baca juga : Lima Cara Menghilangkan Bekas Luka Membandel ala MinDex

Sebab itu, kata Wapres, Indonesia telah mengadopsi sebuah visi untuk menjadi pusat industri halal terkemuka dunia. 

“Guna mewujudkan visi tersebut perlu penguatan industri halal di Indonesia, antara lain melalui pendirian kawasan industri halal, penyempurnaan sistem informasi terkait data produksi, perdagangan dan sertifikasi produk halal, serta mendorong industri halal nasional melalui penguatan lembaga dan regulasi,” urainya.

Selain itu, sambung Wapres, pencapaian visi tersebut juga memerlukan kerja sama yang erat tidak hanya di antara pemangku kepentingan di Indonesia, namun juga dengan negara mitra, termasuk Selandia Baru.

“Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus mendorong kerja sama pertukaran pengetahuan, pengembangan produk bersama, serta kerja sama saling pengakuan dan keberterimaan,” ujarnya. 

Baca juga : Leony, Mesra Dengan Bule, Bak Pengantin Baru

Lebih jauh, Wapres mengharapkan kerja sama antara pelaku industri halal Indonesia dan Selandia Baru dapat menopang rantai pasokan industri halal melalui ketersediaan bahan baku yang terjamin kehalalannya.

Misalnya, produk susu atau daging beserta produk olahannya dari Selandia Baru yang diperlukan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia. 

Lebih dari itu, sebut Wapres, kerja sama jaminan produk halal juga diharapkan memberi peluang peningkatan hubungan bilateral dan membuka kesempatan bagi para pelaku industri halal Indonesia untuk mendukung sistem halal negara mitra seperti Selandia Baru.

“Karena itu, saya harap kunjungan saya ke Selandia Baru ini dapat diikuti dengan tindak lanjut melalui kerja sama lebih konkret, antara pelaku usaha industri halal Selandia Baru dan mitranya di Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.