Dark/Light Mode

Revitalisasi Investasi Energi Terbarukan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Jumat, 12 April 2024 20:40 WIB
Panel surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Panel surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan (Foto: Dwi Pambudo/RM)

Sektor energi di Indonesia telah mengalami perkembangan dengan pesat. Sumber energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam yang digunakan pada kehidupan sehari-hari semakin berkurang jumlahnya. Energi fosil yang digunakan manusia memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Energi Baru Terbarukan adalah energi yang berasal dari proses alam seperti matahari, angin, air, dan biomassa yang dapat diperbaharui secara terus-menerus dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan energi global.

Pemerintah mulai melakukan peningkatan melalui investasi dalam pembangkit energi listrik seperti PLTA, PLTU, PLTS, dan pembangkit listrik lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya revitalisasi investasi energi terbarukan untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan di Indonesia. Artikel ini akan membahas mengenai masalah yang dihadapi dalam investasi energi terbauan serta manfaat yang ditawarkan, tantangan dan peluang yang didapatkan, serta strategi untuk mendorong revitalisasi investasi energi terbarukan.

A.Masalah Investasi Energi Terbarukan

1. Kendala Finansial

Investasi energi terbarukan di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Investasi projek energi terbarukan membutuhkan modal yang besar, baik untuk membeli peralatan, pengembangan proyek, maupun pemeliharaan untuk jangka panjang. 

Menurut Jurnal Renewable Energy and Energy Efficiency in Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2018, kendala utama dalam mengembangkan energi terbarukan adalah kurangnya akses ke sumber pendanaan yang. Investor khawatir tentang keberlanjutan pendapatan dan pengembalian investasi mereka dalam jangka panjang. Permasalahan ini yang membuat investor enggan untuk berinvestasi dalam sektor ini. 

Baca juga : Antisipasi Kemacetan, One Way Arus Mudik Tol Trans Jawa Diperpanjang

Pemerintah dalam pengembangan proyek Energi Baru Terbarukan di Indonesia masih menetapkan kebijakan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang kurang kompetitif sehingga menyebabkan investor ragu untuk menanamkan dananya di sektor EBT. Menurut penelitian yang dilakukan Setiawan et al., faktor yang menghambat penembangan proyek EBT di Sulawesi Barat, regulasi dari pemerintah yang tidak pasti dalam penentuuan harga BPP dan kurangnya detail dalam kebijakan yang mengatur harga beli listrik EBT Sulawesi Barat sehingga negoisasi dengan investor tidak mudah dan perhitungan BPP yang tidak transparan membuat investor tidak dapat memprediksi fluktasi dana mereka dari waktu ke waktu dan hubungannya dengan biaya pengembangan pembangkit EBT yang sebenarnya.

2. Ketidakpastian Kebijakan

Perubahan kebijakan dan regulasi yang tidak konsisten menyebabkan ketidakpastian  investasi yang dapat mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya untuk berinvestasi dalam Energi Baru Terbarukan. Kerangka kebijakan yang jelas dan insentif diperlukan untuk memberikan dorongan bagi implementasi EBT. 

Jaminan kepastian hukum memiliki keterkaitan erat dengan komitmen yang ditunjukkan pemerintah suatu negara kepada  investor asing sehingga dapat memberikan keyakinan bagi investor untuk menginvestasikan dananya. Pemerintah bertanggung jawab membuat kepastian hukum dan menciptakan keamanan bagi perusahaan yang ingin melakukan investasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, sangat penting bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota untuk memiliki regulasi yang mengatur pelaksanaan penanaman modal.

Bentuk komitmen yang ditunjukkan pemerintah untuk menjamin kepastian berinvestasi adalah dengan mengesahkan Undang-Undang Penanaman modal yang mencakup pada aspek perlindungan dan keamanan bagi investor asing, ketentuan terkait nasionalisasi dan kompensasi, serta aturan terkait pengalihan asset dan hak dan repatriasi dana dalam mata uang asing. 

Menegakkan kepastian hukum serta memberikan jaminan perlindungan kepada investor melalui undang-undang tersebut dapat menciptakan lingkungan investasi yang stabil dan menarik bagi investor sehingga dapat mendorong para investor untuk mengalokasikan dana mereka. 

Baca juga : Universitas Pancasila Bagikan Ratusan Takjil dan Paket Berbuka Puasa

3. Teknologi dan Infrastruktur 

Ketidakstabilan arus listrik yang dihasilkan terkadang menjadi kendala pada pengembangan Energi Baru Terbarukan. Ketidakstabilan penggunaan pembangkit listrik EBT akan berdampak pada kapasitas jaringan PLN. Teknologi dan infrastruktur diperlukan untuk menghasilkan, mentransmisikan, dan mendistribusikan EBT seperti jaringan listrik yang kuat dan sistem penyimpanan energi yang efisien. Teknologi dan infrastruktur di Indonesia seringkali kurang berkembang dan belum siap untuk menangani peningkatan produksi EBT. 

B. Manfaat Investasi Energi Terbarukan

Investasi dalam energi terbarukan memiliki sejumlah manfaat yang besar. Energi Baru Terbarukan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dengan cara mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang langka dan berfluktuasi harganya. Industri EBT membuka peluang lapangan kerja baru, meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah pedesaan terpencil.

Energi terbarukan memiliki dampak yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan energi fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara (Lima et al, 2020). Penelitian yang di terbitkan oleh Intergoverntal Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2018 menyimpulkan bahwa pemanfaatan sumber EBT dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak iklim (Pramudiyanto & Suedy, 2020). 

Baca juga : Wow Keren, Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Terbarukan Miliaran Dolar AS

Investasi Energi Baru Terbarukan dapat meningkatkan keamanan energi dalam suatu Negara. Diversifikasi sumber energi, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, dan dapat mengurangi risiko fluktasi harga energi merupakan aspek penting yang dapat dicapai melalui investasi EBT ini. 

Investasi dalam energi terbarukan dapat meningkatkan ketahanan energi suatu negara dan mengurangi kerentaan terhadap gangguan pasokan energi. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi meliputi pada upaya diversifikasi energi untuk membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar tertentu. Diversifikasi energi juga dilakukan dengan mempertimbangkan komposisi bauran energi yang optimal dengan memanfaatkan potensi cadangan sumber daya energi yang dimiliki (Chester, 2020). Pemerintah perlu meningkatkan investasi dalam sektor Energi Baru Terbarukan seperti energi angin, surya, dan air untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan teknologi lokal yang lebih ramah lingkungan dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan keamanan nasional. 

Pemerintah harus mengubah alokasi dana subsidi untuk sumber energi fosil menjadi sumber EBT untuk membantu meningkatan produktivitas dan membantu menciptakan ekonomi yang berkelanjutan (Yao et al, 2019; Alfarabi et al, 2014). Berdasarkan hasil penelitian Doku et al, 2017 dan Hayat, 2018 menyimpulkan bahwa kenaikan investasi asing, memiliki pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kontribusi di sektor energi terbarukan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Investasi dalam energi terbarukan dapat berdampak positif pada penciptaan lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia dengan adanya investor. Transfer teknologi modern dari. Menurut laporan IRENA mengenai peralihan energi terbarukan, total lapangan kerja akan naik 0,2% pada tahun 2050 mendatang. Erman Rajagukguk juga menyampaikan bahwa dengan adanya investor asing yang melakukan investasi di sektor energi terbarukan diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia dan memberikan pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia di Indonesia. 

Manfaat dari investasi energi terbarukan memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan dukungan kebijakan yang tepat dan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Shafna Budiawati
Shafna Budiawati
Shafna Budiawati

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.