Dark/Light Mode

Di Depan Menko Airlangga, Sekjen OECD Janji Kebut Proses Keanggotaan Indonesia

Kamis, 2 Mei 2024 14:57 WIB
Kedatangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri)  disambut hangat Sekjen OECD Mathias Cormann di Château de la Muette, Paris, Prancis. (Foto: Humas Ekon)
Kedatangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) disambut hangat Sekjen OECD Mathias Cormann di Château de la Muette, Paris, Prancis. (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memulai rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (PTM OECD) di Paris, Prancis pada 2-3 Mei 2024, dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann.

Kedatangan Menko Airlangga disambut hangat oleh Sekjen Cormann di Château de la Muette, markas besar OECD.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekjen Cormann, dalam mengawal proses aksesi OECD Indonesia yang berlangsung cepat.

Seperti diketahui, Indonesia telah menyampaikan intensi untuk keanggotaan OECD pada Juli 2023. Dalam waktu singkat, yaitu pada Februari 2024, diperoleh keputusan dari Dewan OECD. Total 38 anggota OECD sepakat untuk memulai proses aksesi Indonesia di OECD.

Baca juga : Ketemu Sekjen Cormann, Airlangga Bahas Proses Keanggotaan RI Di OECD

Pasca diserahterimakannya Peta Jalan Aksesi Indonesia di PTM OECD hari ini, Indonesia berniat menyerahkan Initial Memorandum pada awal 2025.

Initial Memorandum merupakan dokumen yang disampaikan negara kandidat aksesi OECD untuk mengukur tingkat keselarasan regulasi, kebijakan, dan praktik negara kandidat dengan OECD.

Dokumen ini merupakan proses awal dari rangkaian proses penyelarasan dari regulasi, kebijakan, dan standar suatu negara dengan OECD.

Sebagai Ketua Pelaksana Tim Nasional OECD, Menko Airlangga menjelaskan, proses koordinasi domestik serta komunikasi dengan negara mitra anggota OECD dan mitra internasional lainnya telah dilakukan secara intensif.

Baca juga : Menko Airlangga Dan PM Anwar Ibrahim Dorong ASEAN-GCC Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Hal ini dilakukan untuk memastikan proses keanggotaan Indonesia berjalan cepat dan lancar. Sebagai quick wins, Indonesia akan memprioritaskan sektor-sektor yang selama ini telah mengadopsi standar dan kebijakan OECD, untuk lebih dulu diselesaikan.

Sekjen Cormann menuturkan, bergabungnya Indonesia akan meningkatkan nilai strategis bagi OECD.

Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar dan satu-satunya anggota G20 di kawasan Asia Tenggara, merupakan aktor signifikan dalam pemerintahan global.

Dalam pertemuan ini, Sekjen Cormann juga mengutarakan rencananya untuk berkunjung ke Indonesia pada akhir Mei 2024.

Baca juga : Keputusan MK: Pilar Bhinneka Tunggal Ika Menuju Indonesia Maju

Sekjen Cormann diagendakan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam rangka peluncuran Peta Jalan Aksesi Indonesia.

Dalam pertemuan ini, Menko Airlangga didampingi Menteri Keuangan RI; Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian; Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako; serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.