Dark/Light Mode
Akibat Gejolak Ekonomi Global
Harga Bahan Baku Naik, Bisnis UMKM Melambat
Sebelumnya
Dalam laporan Indeks Bisnis UKM Kuartal I-2024 dan Ekspektasi Kuartal II-2024 yang dipublikasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, pada kuartal I-2024 pertumbuhan bisnis UMKM masih berlanjut. Ini tercermin dari Indeks Bisnis UMKM pada level 102,9. Namun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Indeks Bisnis UMKM Kuartal I-2024 sedikit melemah.
“Indeks Bisnis UMKM kuartal satu tahun 2024 sedikit melemah, yang mengindikasikan ekspansi bisnis UMKM sedikit melambat karena beberapa alasan,” sebut Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam keterangan resmi, Sabtu (4/5/2024).
Menurut Supari, terjadi pelemahan daya beli masyarakat dan keterlambatan panen raya di beberapa daerah yang terdampak El-Nino, dan normalisasi permintaan terhadap barang dan jasa pasca perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru (Natal dan Tahun Baru.
Lalu, kenaikan harga barang input/barang dagangan menyebabkan volume produksi/volume penjualan cenderung menurun, dan persaingan yang semakin ketat dari pebisnis online dan peritel modern. Serta waktu operasi yang terbatas selama Ramadan untuk usaha restoran/warung.
Selanjutnya pada kuartal II-2024, pelaku UMKM tetap optimistis ekspansi usahanya akan terus berlanjut, seperti tercermin pada Indeks Ekspektasi Bisnis UMKM yang tetap di level yang tinggi (129,9).
Baca juga : Ekonomi RI Makin Kinclong
“Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, optimisme tersebut kembali menguat,” ujarnya.
Menurut Supari, kondisi tersebut didorong sejumlah hal. Antara lain, puncak panen raya tanaman bahan makanan akan terjadi di sebagian besar sentra produksi, perayaan Idul Fitri yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa, serta cuaca yang lebih kondusif. Dan akselerasi pelaksanaan proyek-proyek pemerintah dan swasta.
Sejalan dengan bisnis UMKM yang berekspansi, maka sentimen pebisnis UMKM terhadap perekonomian dan usaha secara umum tetap baik. Hal ini tercermin pada Indeks Sentimen Bisnis (ISB) UMKM kuartal I-2024 yang berada pada level 118,7.
Kedua komponen penyusunnya sama-sama mengalami penguatan. Indeks Situasi Sekarang (ISS) naik 0,2 poin menjadi 92,5, sementara Indeks Ekspektasi (IE) meningkat 3,3 poin menjadi 145,0.
ISS yang masih di bawah 100, terutama disebabkan oleh menurunnya penilaian pebisnis UMKM terhadap kondisi perekonomian secara umum saat ini, karena kenaikan harga bahan baku/kebutuhan pokok.
Baca juga : Polusi Di Jakarta Rawan Naik Lagi
Dengan kondisi bisnis UMKM yang terus tumbuh dan adanya ekspektasi terhadap prospek perekonomian yang makin baik, maka pelaku UMKM memberikan penilaian yang semakin tinggi terhadap kemampuan Pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas utamanya.
“Hal ini tercermin pada Indeks Kepercayaan pelaku UMKM kepada Pemerintah (IKP), yang naik ke level 135,3 pada kuartal satu tahun 2024,” kata Supari.
Dilihat dari komponen penyusunnya, pebisnis UMKM memberikan penilaian tertinggi terhadap kemampuan Pemerintah menciptakan rasa aman dan tenteram (indeks terkait 156,3), serta menyediakan dan merawat infrastruktur (indeks terkait 148,8).
Sedangkan penilaian terendah diberikan oleh pelaku UMKM terhadap kemampuan Pemerintah, dalam menstabilkan harga barang dan jasa (indeks 128,4).
Hal ini tampaknya berkaitan dengan kenaikan harga barang input dan kebutuhan pokok yang dialami oleh sebagian besar pebisnis UMKM.
Baca juga : Paris Saint-Germain Vs Borussia Dortmund, Bawa Misi Kebangkitan
“Dan tren kenaikan suku bunga yang juga berimbas pada nilai tukar serta kenaikan harga barang/jasa,” tukas Supari. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 07 Mei 2024 dengan judul "Akibat Gejolak Ekonomi Global Harga Bahan Baku Naik, Bisnis UMKM Melambat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.