Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diharapkan Hilangkan Perang Harga
Holding BUMN Karya Bakal Rampung September 2024
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mematok proses holdingisasi BUMN Karya, rampung September tahun ini. Progres ini mendapat apresiasi karena dianggap sebagai bukti keseriusan Pemerintah dalam menyehatkan bisnbisnis perusahaan pelat merah di sektor konstruksi.
Direktur Ekonomi Digital Celios (Center of Economic and Law Studies) Nailul Huda menilai, proses restrukturisasi terhadap Waskita Karya sudah berjalan on the track. Menurutnya, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemegang saham, baik Pemerintah maupun Kementerian BUMN untuk menyehatkan perusahaan pelat merah.
Apalagi, BUMN Karya akan dikonsolidasikan melalui pembentukan holding.
“Sebelum dijadikan satu holding, keuangan BUMN ini harus baik dulu,” ujar Huda kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Nailul berpendapat, suatu perusahaan, agar kinerjanya sehat, salah satunya harus beroperasi sesuai spesialisasinya.
Baca juga : Jukir Minimarket Baiknya Dibina, Bukan Dibinasakan
“Misalnya, Waskita ini spesialisasinya bukan di pengelolaan jalan tol, tapi kemudian menjadi pengelola jalan tol. Lama kelamaan dia menjadi sakit-sakitan,” ucapnya.
Dia menekankan, pembangunan harus diiringi dengan pencairan anggaran yang cepat pula dari Pemerintah.
“Karena ketika pencairan dananya terlambat, dampaknya bukan hanya ke BUMN Karya, tapi juga ke sub kontraktor juga,” katanya.
Untuk itu, ia berharap setiap proses restrukturisasi yang tengah dijalankan BUMN bisa segera selesai.
Sebab, dengan menggabungkan aset dan liabilitas dalam holding nanti, diharapkan bisa kembali meningkatkan kinerja yang lebih efisien.
Baca juga : Atalanta Vs AS Roma, Misi Pelampiasan Dendam
“Kalau kondisinya sudah sehat, maka rencana Waskita yang akan diambil alih oleh Hutama Karya, menjadi langkah yang cukup tepat,” ungkapnya.
Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, hingga kini proses holdingisasi tujuh BUMN menjadi tiga BUMN masih terus berlangsung.
Nantinya, PT Hutama Karya atau HK (Persero) akan menjadi induk holding dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP akan menjadi induk dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA.
Lalu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga berpeluang menjadi induk holding dari PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero).
“Biasanya pada nanya, kapan holding (BUMN Karya)? Sebentar lagi suratnya keluar. Mudah-mudahan September sudah bisa jalan semua. Sudah beres, jadi sudah sah secara hukum. Kita tunggu saja,” ujar Arya, dalam acara peresmian galeri dan vending machine Usaha Mikro Kecil (UMK) di Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Baca juga : Menang, Djoker Dilempar Botol
Ia mencontohkan, saat ini Kementerian BUMN sedang melakukan penyehatan pada Waskita Karya, dengan cara restrukturisasi.
Di satu sisi, kata dia, proses restrukturisasi ini diharapkan membuat kinerja keuangan Waskita Karya bisa membaik tahun ini.
Di sisi lain, kondisi keuangan Hutama Karya menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.