Dark/Light Mode

Kerja Sama R&D dengan FT UGM Disepakati

Menko Airlangga Kunjungi Fasilitas Terintegrasi CNGR di Qinzhou China

Senin, 27 Mei 2024 08:03 WIB
Menko Airlangga (kanan) dan Chairman CNGR Deng Wei saat mengunjungi fasilitas industri terintegrasi CNGR yang berbasis di daerah Qinzhou, China bagian Selatan, Minggu (26/5/2024). (Foto: Humas Ekon)
Menko Airlangga (kanan) dan Chairman CNGR Deng Wei saat mengunjungi fasilitas industri terintegrasi CNGR yang berbasis di daerah Qinzhou, China bagian Selatan, Minggu (26/5/2024). (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi fasilitas industri terintegrasi CNGR yang berbasis di daerah Qinzhou, China bagian Selatan, usai menghadiri Nikkei Forum di Tokyo selama 2 hari, Minggu (26/5/2024).

Qinzhou termasuk wilayah yang paling dekat ke arah Asia Tenggara. Jaraknya, kurang lebih 90 km dari Kota Nanning di China bagian selatan.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga diterima langsung oleh Deng Wei Ming, Chairman CNGR.

Dalam pertemuan tersebut, Chairman Deng mengungkapkan komitmennya kepada Menko Airlangga. "CNGR berkomitmen untuk bekerja sama dengan universitas terkemuka di Indonesia dalam pengembangan diversifikasi teknologi industri material untuk energi baru di Indonesia," kata Chairman Deng.

CNGR adalah salah satu grup perusahaan besar dari China yang bergerak di industri pengolahan nikel, dari hulu sampai hilir.

CNGR yang merupakan pemimpin pengembangan dan inovasi di bidang energi material, diakui sebagai The World Leader in New Energy Materials.

Ada 4 modernisasi industri yang dilakukan CNGR. Yakni diversifikasi teknologi, globalisasi pengembangan, digitalisasi operasional, ekologisasi industri.

Baca juga : Menko Airlangga Sarankan Pebisnis Lirik Investasi Industri Padat Karya

Sebagai industri terintegrasi dalam pengolahan nikel, CNGR memproduksi sintesa prekursor terner dan nikel elektrolitik.

CNGR berencana melakukan investasi sebesar Rp 168,2 triliun dalam 20 tahun ke depan. Sejak tahun 2021, CNGR sudah tanam modal Rp 32,1 triliun di Indonesia.

CNGR sudah membangun fasilitas industri pengolahan nikel di Morowali, Morowali Utara, Weda Bay, dan Batulicin.

Saat ini, CNGR mulai mengembangkan fasilitas kawasan terintegrasi di Konawe Utara, yang disebut Kawasan Industri Tekno Hijau Konasara (KITHK).

Kawasan seluas 5.000 hektare yang akan memulai pembangunan pada kuartal keempat 2024, diyakini mampu menyerap 28 ribu tenaga kerja lokal.

Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan ketahanan cadangan mineral Indonesia, CNGR melakukan pengolahan biji nikel dengan inovasi teknologi Oxygen Enriched Side Blown Furnace (OESBF).

CNGR akan menjadi industri pertama di dunia yang mengimplementasikan pemanfaatan bijih nikel dengan cakupan grade yang lebih luas, efisiensi energi yang meminimalisir emisi karbon, dan produksi limbah yang ramah lingkungan, serta dapat dimanfaatkan oleh industri lain.

Masuk LME

Baca juga : Kepala BNPT: Saling Menguntungkan Bagi Kedua Negara

Sebagai hasil sinergi dengan kebijakan hilirisasi mineral di Indonesia, CNGR telah berhasil memproduksi elektrolitik nikel (nickel cathode) dengan kemurnian 99,99 persen.

Per 23 Mei 2024, CNGR telah membawa nikel Indonesia masuk ke dalam rantai pasokan metal di London Metal Exchange (LME).

Cek Fasilitas CNGR

Dalam kunjungan ke CNGR, Menko Airlangga mengecek secara langsung berbagai fasilitas industri, yaitu fasilitas teknologi OESBF untuk ketahanan cadangan mineral.

Fasilitas teknologi ini dapat mengambil cakupan nikel dengan grade yang lebih luas.

Setelah itu, Menko Airlangga juga melihat fasilitas elektrolitik nikel yang menggunakan teknologi ekstraksi sentrifugasi. Dilanjutkan meninjau teknologi produksi prekursor bahan baku battery lithium.

Saat ini, CNGR merupakan top global pemasok prekursor bagi rantai industri battery lithium selama 4 tahun berturut-turut, yang digunakan oleh banyak industri terkemuka seperti Tesla, Samsung, LG, SK, Panasonic.

Usai mengecek langsung berbagai inovasi teknologi dalam satu rantai industri terintegrasi dalam rantai pasok electric vehicles (EV), Menko Airlangga juga mendorong agar CNGR membantu pengembangan riset (R&D) material untuk energi baru yang bekerja sama dengan perguruan tinggi, dalam hal ini dengan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (FT UGM).

Baca juga : Gandeng Sunshine Food, OCS Perkuat Solusi Facility Management Terintegrasi

Kerja sama ini akan mempersiapkan pendirian Metal Energy R&D Center atau Pusat Riset dan Pengembangan Material Energi.

Menyambut kerja sama ini, pihak UGM akan mendorong pengembangan Engineering Research Innovation Center di UGM, yang saat ini penelitiannya lebih banyak fokus terhadap isu-isu recycling, rare earth element, deposit material di Indonesia.

Dukungan CNGR diharapkan mampu membuat Indonesia menjadi lebih fokus ke material untuk energi baru.

Dalam kunjungan ke China, Menko Airlangga didampingi Dekan FT UGM Prof. Selo, Prof. Tumiran dan Prof. Bayu Himawan.

Sebagai tindak lanjutnya, pihak CNGR akan segera mengunjungi UGM, dipimpin Shuo Yin, Chief Expert dari General Institute of Research CNGR. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.