Dark/Light Mode

Desa Mandiri Energi Dorong Ekonomi Dusun Bondan Terus Berputar

Rabu, 26 Juni 2024 16:30 WIB
Warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, mengandalkan pasokan Listrik dari tenaga surya yang dikelola secara mandiri oleh koperasi.
Warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, mengandalkan pasokan Listrik dari tenaga surya yang dikelola secara mandiri oleh koperasi.

 Sebelumnya 
Pemanfaatan aerator tambak, mendukung program intensifikasi tambak ikan dengan teknologi tambak polikultur biofilter.

Sebuah teknologi untuk meningkatkan produksi ikan bandeng, dengan memadukan antara tanaman mangrove dan sejumlah biota yang dibudidayakan seperti ikan bandeng, udang, dan kerang totok.

Masing-masing memiliki fungsi penting, di antaranya adalah mangrove akan menyediakan pakan alami bagi udang dan bandeng.

Sedangkan kerang totok mampu menyerap residu tambak.

"Kami bisa menciptakan inovasi sebuah alat yang berfungsi sebagai peringatan dini datangnya rob sehingga petambak sempat memindahkan ikan dan bandeng sebelum musibah itu datang," papar Jamal.

Ketersediaan listrik mendorong kehidupan masyarakat Bondan lebih sehat.

Baca juga : Real Madrid Tertarik Boyong Bek Bologna

Mereka mudah mendapatkan air bersih setelah Pertamina menginisiasi Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesimas) untuk mengubah air payau menjadi air tawar sehingga dapat dikonsumsi warga.

Kapasitas desalinasi air yang dioperasikan pada 12 September 2020 itu mencapai 240 liter per jam.

Rata-rata sehari diproduksi 2.000 liter air tawar yang bisa dimanfaatkan oleh 78 KK serta 1 rumah produksi UMKM pesisir.

Warga yang memanfaatkan air dari fasilitas Sidesimas hanya dibebani iuran sebesar Rp 1.500 per jeriken isi 30 liter sebagai biaya perawatan.

Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli atau mencari air besih ke Nusakambangan yang membutuhkan biaya Rp 200 ribu untuk operasional perahu atau membeli air sekitar Rp 3.000-Rp 5.000 per jeriken.

Keberadaan E-Mas Bayu mendorong lahirnya institusi sosial baru yaitu kelompok UMKM Ibu Mandiri dan Ibu Mekar Jaya.

Baca juga : Ekonomi Di Jalan Yang Benar

Mereka mengolah sebagian hasil tambak menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pendapatan anggota Kelompok Ibu Mandiri yang awalnya Rp1 juta meningkat 50 persen menjadi Rp2 juta.

Selain itu, hasil tambak yang sebelumnya dijual murah karena gampang busuk sekarang bisa disimpan dalam freezer sehingga kualitasnya tetap baik.

Terus bergeraknya perekonomian warga Bondan juga membutuhkan wadah baru.

Jamal dan tokoh masyarakat berinisiatif mendirikan koperasi yang mengkoordinasikan bisnis listrik, perikanan, makanan olahan dari UMKM, dan lain-lain.

"Koperasi menjadi induk kegiatan dan sentra bisnis masyarakat Bondan," kata Jamal, yang ditunjuk menjadi ketua koperasi tersebut.

Baca juga : Persib Vs Madura United, Maung Bandung Mau Terus Mengaum

Koperasi yang sudah memiliki aset ratusan juta rupiah ini menyediakan dana pinjaman untuk berbagai keperluan tanpa bunga.

Selain itu, koperasi menyediakan kapal cepat yang selalu siaga untuk berbagai keperluan warga, terutama mengantar yang sakit atau mau melahirkan ke fasilitas kesehatan terdekat di kecamatan.

Dengan perahu cepat fasilitas kesehatan terdekat bisa ditempuh dalam 30 menit atau paling lambat 45 menit.

"Perahu cepat ini gratis. Koperasi menyediakan BBM termasuk pengemudi," kata Jamal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.