Dark/Light Mode

Banyak UKM Diaspora di Australia, Pembukaan Kantor Cabang BNI Sydney Dinilai Potensial

Rabu, 17 Juli 2024 15:35 WIB
BNI terus mengukuhkan posisinya sebagai Indonesian International Leading Bank dengan rencana pembukaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) baru di Sydney, Australia. (Ilustrasi BNI)
BNI terus mengukuhkan posisinya sebagai Indonesian International Leading Bank dengan rencana pembukaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) baru di Sydney, Australia. (Ilustrasi BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus mengukuhkan posisinya sebagai Indonesia International Leading Bank dengan rencana pembukaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) baru di Sydney, Australia.

Langkah strategis ini sejalan dengan mandat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan internasional BNI.

Saat ini, BNI telah berhasil mendirikan KCLN di berbagai kota global seperti London, New York, Seoul, Singapura, Tokyo, Hong Kong, dan Amsterdam.

Baca juga : Bank DKI Siapkan Pembiayaan Transportasi Ramah Lingkungan Transjakarta

Rencana ekspansi ke Sydney ini didorong oleh pertumbuhan diaspora Indonesia yang signifikan di Australia serta peningkatan hubungan perdagangan antara kedua negara.

Anggota Komisi VI DPR dari PDIP, Evita Nursanty, memberikan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi BNI ke Sydney.

Dia menilai, pembukaan kantor cabang baru ini akan membantu memfasilitasi diaspora Indonesia dalam mengembangkan bisnis Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) di Australia, yang memiliki potensi besar di sektor perdagangan.

Baca juga : Rayakan Idul Adha, Telkom Kurbankan Sapi & Kambing Untuk Duafa Dan Pensiunan

"Dalam kunjungan kerja kami ke Australia, kami melihat potensi perdagangan dan diaspora yang sangat besar. Dengan fokus BNI pada international banking, kami sangat mendukung langkah ini," ujar Evita dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR, Jakarta.

Kinerja BNI yang gemilang juga mendapat apresiasi. Hingga kuartal I-2024, laba bersih BNI mencapai Rp5,33 triliun, meningkat 2,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, BNI berhasil menurunkan rasio Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2 persen dan credit cost menjadi 1 persen, mencerminkan komitmen BNI dalam menjaga kesehatan portofolio kreditnya.

Baca juga : Anak SYL Janji Kembalikan Uang Hasil Dugaan Korupsi Yang Dinikmatinya

“Dengan kinerja yang baik, BNI memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan bisnisnya di luar negeri. Selain Australia, potensi besar juga terlihat di Belanda, di mana UKM berkembang pesat,” tambah Evita dalam keterangannya, Rabu (17/7/2024).

Rencana pembukaan kantor cabang di Sydney ini merupakan langkah strategis BNI dalam mendukung pertumbuhan UKM diaspora dan memperkuat kehadiran internasionalnya, sejalan dengan visi menjadi bank terdepan di kancah global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.