Dark/Light Mode

Dukung Industri Migas Tanah Air

Pabrik Pipa Seamless Pertama Di Asia Tenggara Dibangun Di Cilegon Banten

Kamis, 29 Agustus 2024 10:28 WIB
PT Inerco Global International menandatangani kerja sama operasi strategis dengan PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube untuk pengoperasian Pabrik Pipa Seamless Pertama di Asia Tenggara. (Foto: Ist)
PT Inerco Global International menandatangani kerja sama operasi strategis dengan PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube untuk pengoperasian Pabrik Pipa Seamless Pertama di Asia Tenggara. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Inerco Global International menandatangani kerja sama operasi strategis dengan PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube untuk pengoperasian Pabrik Pipa Seamless Pertama di Asia Tenggara. Pabrik tersebut beroperasi di Kompleks Krakatau Steel Industry Cilegon Banten.

Penandatangan kerja sama senilai Rp 5 triliun itu dilakukan CEO PT Inerco Global International Hendrik Kawilarang Luntungan dan  CEO PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube Jose Antonio Reyes di Jakarta.

Baca juga : Industri Hulu Migas Laksana Bensin dalam Pembangunan

“Seiring dengan upaya lifting minyak oleh Pemerintah Indonesia, maka dibutuhkan 500 ribu ton pipa baja seamless per tahun untuk industri Migas di Indonesia,” kata Hendrik dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/8/2024). 

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia masih mengimpor pipa baja per-tahun senilai Rp 15 triliun. Hendrik mengharapkan, dengan beroperasinya pabrik seamless ini akan menghemat devisa negara sebesar Rp 15 triliun.

Baca juga : Dukung Dekarbonisasi Industri, Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Meningkat

“Proyek ini sejalan dengan visi hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, bagaimana Indonesia dapat menjadi negara industri sehingga nilai tambah berputar di dalam negeri,” terangnya.

Hendrik mengungkapkan, PT Artas Energi Petrogas memiliki kemampuan produksi sebesar 250 ribu ton per tahun. Namun, dia mengakui, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pabrik ini mencapai 43-50 persen karena bahan bakunya masih impor.

Baca juga : Jokowi Resmikan Pabrik Baterai EV Terbesar se Asia Tenggara di Karawang

“Target kami bagaimana kita bisa mencapai nilai TKDN sampai 95 persen,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.