Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Mau Investor Kabur
Bahlil Janji Pangkas Izin Eksplorasi Migas
Selasa, 15 Oktober 2024 07:00 WIB
Sebelumnya
Sumur-sumur ini tidak dimanfaatkan maksimal dan membutuhkan investasi untuk diaktifkan kembali.
Bahlil menyoroti pentingnya menggarap potensi migas di Wilayah Timur yang dinilai masih belum tergarap optimal.
“Dari hasil pemetaan kami, ada 5.000 sumur yang berpotensi dioptimalkan. Eksplorasi ini tidak murah dan butuh waktu cepat, sehingga kami membutuhkan investasi asing,” jelas Bahlil.
Baca juga : Warga Jakarta Kini Mudah Periksa Kesehatan Mental
Dia juga menegaskan, Indonesia tidak dapat mencapai kedaulatan energi apabila tidak bisa menyelesaikan isu penurunan produksi lifting migas.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, Indonesia telah mengalami penurunan lifting minyak sejak 30 tahun yang lalu.
Berdasarkan data yang dia peroleh, Bahlil menyebutkan, pada periode 1996-1997 Indonesia mampu memproduksi minyak sebesar 1,6 juta barel per hari (bph). Lalu pada tahun 2008 terjadi penurunan menjadi 800-900 ribu bph. Bahkan, penurunan produksi terus berlanjut hingga hari ini yang berada di kisaran 600 ribu bph.
Baca juga : Motor Dan Truk Menjadi Penyumbang Terbesar
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Bahlil menyederhanakan izin-izin usaha di sektor ESDM. Masalah perizinan harus diperhatikan agar tidak membuat investor berputar-putar.
“Perizinan yang memakan waktu lama harus disederhanakan. Mulai disimpelkan Pak Menteri,” pinta Jokowi saat malam puncak HUTke-79 Pertambangan dan Energi, Jakarta, Kamis (10/10/2024). DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 15 Oktober 2024 dengan judul "Tak Mau Investor Kabur, Bahlil Janji Pangkas Izin Eksplorasi Migas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya