Dark/Light Mode

Dinakhodai Royke- Tiko

Bank Mandiri Siap Dukung Pembiayaan Infrastruktur

Selasa, 10 Desember 2019 09:47 WIB
Dari kiri: Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano W Rumantir, Direktur 
Utama Royke Tumilaar, Direktur Treasury & International Banking Darmawan Junaidi, dan Corporate 
Secretary Rohan Hafas berbincang usai konferensi pers hasil RUPSLB Bank Mandiri di Plaza Mandiri, 
Jakarta, Senin (9/12). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin Alatas)
Dari kiri: Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano W Rumantir, Direktur Utama Royke Tumilaar, Direktur Treasury & International Banking Darmawan Junaidi, dan Corporate Secretary Rohan Hafas berbincang usai konferensi pers hasil RUPSLB Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin Alatas)

 Sebelumnya 
Jabatan terakhir Royke di BDN adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta. Pada 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010.

Pada Agustus 2009, Royke merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada Mei 2010, Royke menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Di bulan yang sama, Royke diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

Royke tergolong sebagai bankir muda. Umurnya baru 55 tahun. Dia mendapat gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada 1987, dan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada 1999.

Baca juga : Royke Pimpin Bank Mandiri, Core: Dia Sudah Sangat Berpengalaman

Sebagai catatan, di bawah kepemimpin Royke, Bank Mandiri banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor infrastruktur, untuk mendukung program pemerintah.

Laporan keuangan perseroan mencatat porsi penyaluran kredit korporasi meningkat dari 39 persen terhadap total kredit pada 2016, menjadi 45 persen dari total kredit pada kuartal III-2019.

Total nilai kredit korporasi yang disalurkan hingga September 2019, mencapai Rp 316,3 triliun. Angka ini tumbuh 16,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kredit korporasi ini merupakan yang tertinggi kedua, setelah kredit mikro yang tumbuh 22,5 persen.

Baca juga : Tak Salah Erick Tunjuk Royke Jadi Dirut Bank Mandiri, Jagonya Kredit dan Treasury

Pandangan Ekonom

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengapresiasi terpilihnya Royke dan Tiko nahkodai Bank Mandiri.

Menurutnya, Royke sangat berpengalaman di bidang perbankan dan keuangan. Mengingat Royke merupakan direktur corporate yang sudah sangat senior.

Saat ini, kata Piter, PR Royke adalah meningkatkan kinerja dan keuntungan bank ditengah gejolak ekonomi global. “Caranya tidak bisa lain adalah dengan meningkatkan efisiensi perbankan,” ujarnya.

Baca juga : Kemenhub Siap Terus Bangun Infrastruktur

PR berikutnya adalah meningkatkan modal untuk memperbesar modal Bank Mandiri. Juga membebaskan Bank Mandiri dari perangkap rasio kredit masalah alias non performing. [MEN/DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.