Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaet Ditjen EBTKE Dan GIZ
Pelita Air Sulap Bandara Pondok Cabe Jadi Eco-Friendly Airport
Selasa, 5 November 2024 13:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pelita Air Service (Pelita Air) bersama Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman tentang penerapan konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di Bandara Pondok Cabe. Kerja sama ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan Bandara Pondok Cabe menjadi bandara yang ramah lingkungan.
Kolaborasi ini akan melibatkan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), lembaga asal Jerman yang bergerak dalam kerjasama pembangunan berkelanjutan. GIZ bertindak sebagai mitra pelaksana yang mendukung Direktorat Jenderal EBTKE dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di Bandara Pondok Cabe.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, dan Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, Sahid Junaidi, mewakili Direktur Jenderal EBTKE Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, di Kantor Pusat Pelita Air. Acara ini juga dihadiri oleh Senior Vice President Corporate Finance PT Pertamina (Persero), Bagus Agung Rahadiansyah.
Baca juga : Ditjen Bina Adwil Sulap 9 Kawasan Metropolitan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Baru
Dalam sambutannya, Eniya Listiani Dewi menyampaikan, harapannya agar kolaborasi ini dapat mengoptimalkan penerapan energi terbarukan di Bandara Pondok Cabe, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. “Kesepakatan ini meliputi inisiatif studi teknis, penerapan manajemen energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, serta pembukaan peluang kerja sama lebih lanjut,” ujar Eniya.
Bagus Agung Rahadiansyah menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi percontohan bagi bandara lain di Indonesia. “Dengan dukungan teknis dari GIZ serta komitmen Pelita Air, kami optimis Bandara Pondok Cabe bisa menjadi role model penerapan teknologi hijau di bandara lainnya,” jelasnya.
Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan menambahkan, pengembangan berkelanjutan di Bandara Pondok Cabe adalah kontribusi Pelita Air untuk mendukung target Net Zero Emission Pertamina pada 2060. “Proyek ini adalah langkah strategis dalam menjadikan Bandara Pondok Cabe sebagai bandara ramah lingkungan dan bagian penting dalam industri aviasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga : Cepat Pulih Dari Covid, Bandara Soetta Sabet The Most Recovered Airport
GIZ, melalui program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), bertujuan mendukung ekosistem energi bersih di Indonesia. Project Coordinator SETI, Johannes Anhorn, menyampaikan bahwa proyek ini sejalan dengan upaya global mengatasi perubahan iklim.
“Kami berkomitmen mendukung studi teknis dan fasilitasi teknologi untuk menjadikan Bandara Pondok Cabe sebagai percontohan bandara efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan,” kata Johannes.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDG’s) dan Environmental, Social & Governance (ESG) dalam bisnisnya. “Pelita Air, sebagai bagian dari Pertamina, turut aktif mendukung inisiatif yang berdampak langsung pada pencapaian SDG’s,” tutup Fadjar.
Baca juga : Amran Sulaiman Diramal Tetap Jadi Mentan
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transisi Bandara Pondok Cabe menuju konsep eco-airport, yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya