Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lima Investor Kepincut Tanam Modal
Semoga Upaya Penyelamatan Jiwasraya Makin Terang...
Minggu, 15 Desember 2019 06:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penyelamatan Jiwasraya mulai menemui titik terang. Lima investor dikabarkan telah kepincut untuk menggelontorkan dananya ke Jiwasraya Putra.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Pria yang akrab disapa Tiko ini menyebut, kelima perusahaan itu mengaku ingin mengambil alih anak usaha Jiwasraya. Bahkan, prosesnya mencapai uji tuntas (due diligence) yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Sayangnya, Tiko enggan merinci nama perusahaan dan dari mana asal nya. “Sudah ada lima investor. Empat dari luar negeri. Satu dari dalam negeri. “Sehingga Januari bisa lanjut proses bidding,” katanya di Jakarta, kemarin.
Pencarian investor ke Jiwasraya Putra, menjadi salah satu opsi menyelamatkan induk usaha Asuransi Jiwasraya yang sedang terbelit masalah keuangan. Jiwasraya membutuhkan tambahan modal untuk membentuk arus keuangan (cashflow) yang positif, serta membayar tunggakan klaim polis.
Baca juga : Dipastikan Cerai Dari Garuda, Semoga Tak Ada Penumpang Sriwijaya Yang Dirugikan
Pendirian Jiwasraya Putra sudah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jiwasraya Putra memang sengaja dibentuk untuk menyokong keuangan induk usahanya.
Anak perusahaan ini sudah diberikan konsesi untuk menangani (cover) asuransi-asuransi beberapa BUMN. Berdasarkan materi presentasi Rapat Dengar Pendapat Jiwasraya dengan DPR, Jiwasraya membutuhkan dana Rp 32,89 triliun untuk memenuhi rasio ke cukupan modal berbasis risiko (risk based capital) sesuai ketetapan otoritas yakni 120 persen.
Jiwasraya tercatat memiliki ekuitas negatif karena beberapa faktor. Di antaranya perusahaan banyak melakukan in vestasi pada aset berisiko untuk mengejar imbal hasil tinggi.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyebut terdapat tiga strategi penyelamatan Jiwasraya. Salah satunya, pembentukan Jiwasraya Putra.
Baca juga : Warek IPB Bangga Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Makin Membaik
Mengutip dokumen Jiwasraya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR beberapa waktu lalu, skema ini dapat menghasilkan tambahan likuiditas dan permodalan sekitar Rp 5 triliun.
Strategi kedua yang ingin diterapkan adalah pembentukan induk usaha asuransi yang digadang-gadang bakal menerbitkan surat utang. Dengan demikian, induk usaha ini dapat menyuntik likuiditas Jiwasraya mencapai Rp 7 triliun.
Strategi ketiga mencakup kerja sama bisnis reasuransi melalui produk financial reinsurance yang diperkirakan menghasilkan likuiditas Rp 1 triliun.
Dengan tiga skema ini, tambahan likuiditas dan permodalan yang dapat dihasilkan hanya mencapai Rp 13 triliun. Namun, jumlah ini masih di bawah kebutuhan dana Jiwasraya yang diperkirakan mencapai Rp 32 triliun.
Baca juga : Diminati Internasional, Kemenhub Tawarkan Jasa Pemeliharaan Bandara
Jiwaraya sebelumnya gagal membayar klaim produk Saving Plan akibat kesulitan likuiditas. Produk ini disalurkan melalui saluran distribusi bancassurance dengan sejumlah bank mitra. Antara lain BRI, BTN, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank QNB In donesia Tbk, PT Bank KEB Hana, PT Bank Victoria Tbk, dan PT Bank Standard Chartered Indonesia.
Berdasarkan dokumen RDP tersebut, Jiwasraya melakukan ke salahan dalam pembentukan harga produk dan lalai dalam berinvestasi. Akibatnya, modal perusahaan minus hingga Rp 24 triliun per September 2019.
Perusahaan juga diperkirakan membutuhkan likuiditas Rp 32 triliun untuk mencapai ketentuan minimum OJK dan membayar seluruh klaim yang akan jatuh tempo hingga tahun depan. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya