Dark/Light Mode

Ichsanuddin Noorsy: Asal Dikelola dengan Benar, Danantara Bisa Lunasi Utang

Senin, 27 Januari 2025 18:48 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau lebih dikenal dengan Danantara harus menjadi perhatian serius semua pihak yang ingin Indonesia maju.

Meskipun kini sudah dibahas dalam RUU BUMN, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy memberi masukan penting dalam pembentukannya.

Ichsanuddin Noorsy, menggarisbawahi, alotnya pendirian Danantara ini, tak lepas dari tarik-menarik semua pihak yang memiliki kepentingan dengan Danantara ini, terutama yang menolak pendiriannya.

“Selama model Danantara seperti sekarang ini, tarik-menarik itu pun tak akan pernah selesai,” dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/12025).

Berbicara tentang Danantara, Ichsanuddin mengaku teringat ketika berkesempatan berbincang dengan Prabowo pada tahun 2019 bersama Rizal Ramli (alm).

Baca juga : Paulus Tannos Ditangkap di Singapura, Menkum: Ekstradisi Bisa Sehari-Dua Hari

Saat itu, Prabowo mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia. Ichsanuddin mengagas dua pemikiran strategis, yakni restrukturisasi aset karena aset-aset negara dinilai telah dikuasai oleh korporasi domestik maupun asing.

Gagasan besar lainnya, berkaitan dengan pendirian Badan Penerimaan Negara (Internal Revenue Services).

Gagasan tentang restrukturisasi aset, kata Ichsanuddin, tak lepas dari kondisi negara saat itu. Yang dibutuhkan adalah real time report terkait dengan produksi energi serta pertambangan minyak dan gas dalam negeri.

Ada praktik yang berpotensi merugikan negara yang dilihatnya di tiga sektor tersebut.

Mulai dari rekayasa real production, manipulasi investasi agar memperoleh tax holiday hingga strategic transfer pricing, mengubah pendapatan menjadi biaya sehingga tidak harus membayar pajak secara optimal.

Baca juga : Jasa Raharja dan Korlantas Polri Matangkan Rekayasa Lalu Lintas di Jateng

Menurutnya, kehadiran Danantara bisa menyelesaikan rekayasa dan hal-hal negatif tersebut. Karena konsep Danantara berkaitan aset tangible dan intangible agar bisa dikelola secara optimal.

“Jika Danantara bisa mengelola semuanya dengan baik terutama terkait restrukturisasi aset, saya pernah menyampaikan ke Prabowo bahwa target utang selama 5 tahun akan lunas, dengan catatan selama 5 tahun tidak bikin utang baru,” tegasnya.

Setidaknya, kata Ichsanuddin, ada 5 hal yang saat ini dihadapi oleh Indonesia, dan itu harus bisa diselesaikan oleh Danantara.

Ia menyebutnya sebagai ‘5 as Crisis’. Mulai dari krisis food, fuel, financial, industri ICT luar, dan peradaban luar.

Karena itu, Ichsanuddin memberi catatan penting agar Danantara bisa segera terbentuk dan beroperasi dengan baik.

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pondasi Bangun Bangsa

Yang paling penting, kata dia, Presiden Prabowo harus turun tangan langsung mengawal Danantara ini. Salah satunya, Presiden Prabowo harus segera membereskan masalah korupsi yang ada.

“Jika itu dilakukan, semua akan beres. Kata kunci lainnya adalah pejabat yang mengelola Danantara tidak boleh menjadi pengkhianat. Tidak boleh berpihak pada asing. Harus tegas menyatakan bahwa ia berpihak pada domestik atau kepentingan negara dan bangsa di atas segala-galanya," katanya.

Ichsanuddin menegaskan bahwa Danantara ini tidak hanya sekedar membutuhkan tim yang memiliki kompetensi semata.

Namun, dibutuhkan juga komitmen keberpihakan dalam negeri atau domestik. Kemudian sikap jujur di atas segalanya.

“Yang terpenting, harus berani berani mencopot baju dan jaketnya bahwa dia bekerja untuk bangsa dan negara, bukan untuk pribadi atau pun kelompoknya. Kata kuncinya, Tim Danantara ini harus cerdas, kompeten dan memiliki public accountability yang tinggi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.