Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Tengah Fenomena Tumbangnya Pabrik Tekstil
Menkeu: Industri TPT Tumbuh 4,3 Persen Dari Posisi Negatif
Kamis, 13 Maret 2025 14:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap, sektor manufaktur Indonesia tumbuh dengan baik di tengah situasi global yang masih terus bergejolak.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang diwarnai oleh fenomena tumbangnya pabrik tekstil seperti Sritex Group, disebut tumbuh cukup tinggi dari posisi negatif di tahun sebelumnya.
Baca juga : Anindya Bakrie: Kontribusi Sektor Industri Capai 73 Persen dari Nilai Ekspor
“Walaupun ada berita suatu perusahaan mengalami kebangkrutan, TPT kita tumbuh 4,3 persen di tahun 2024. Tahun sebelumnya, negatif 2 persen,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Di luar itu, industri makanan dan minuman tumbuh 5,9 persen; industri kimia 5,9 persen; elektronik 6,2 persen; logam dasar 13,3 persen. Bahkan, industri alas kaki tumbuh cukup tinggi di angka 6,8 persen. Padahal, di tahun 2023 negatif.
Baca juga : Dukung Pembangunan Indonesia, Kontribusi Teknologi Industri Baja Terus Digenjot
Ini artinya, di tahun 2024, industri manufaktor kita, baik yang labour intensive (menyerap banyak tenaga kerja, Red) seperti TPT dan alas kaki, juga terutama kimia, elektronik, dan logam dasar mengalami kenaikan. Termasuk, makanan dan minuman.
"Ini yang berkontrubusi terhadap PMI manufaktur kita, yang ekspansi cukup tinggi di angka 53,6," tutur Sri Mulyani.
Baca juga : Jadi Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar, BRI Diapresiasi Negara
"Kalau kita lihat kontributor, semuanya positif. Kecuali yang ekspor, agak di bawah 50, output-nya positif. Total permintaan positif 54,8 tenaga kerja 53, stok barang jadi 51, dan stok input produksi 54,1. Kalau punya input, berarti dia mau memproduksi. Ini hal yang sangat bagus, ini PMI situasi Februari 2025," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya