Dark/Light Mode

Hery Gunardi: Bankir Multidimensi Pendorong Transformasi Di Industri Keuangan

Rabu, 26 Maret 2025 08:00 WIB
Hery Gunardi. (Foto: Dok. BSI)
Hery Gunardi. (Foto: Dok. BSI)

 Sebelumnya 
Alhamdulillah, cita-cita Indonesia untuk memiliki satu bank syariah besar dan kuat akhirnya terwujud. Pada 1 Februari 2021, BSI lahir. Kepiawaian Hery membidani kelahiran BSI dengan lancar dan sukses membuatnya dipercaya menjadi Direktur Utama BSI.

Pintu untuk menciptakan ekosistem syariah yang lebih besar dan mapan di Indonesia pun terbuka lebar. Sebuah bank syariah besar dengan kapasitas mumpuni untuk menopang potensi negeri yang 87% dari populasinya pemeluk agama Islam resmi berdiri. Tidak hanya itu, BSI pun dipersiapkan untuk menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar.

Merger juga membawa banyak berkah bagi BSI. Terlihat dari pertumbuhan aset yang mencapai dua digit dari tahun ke tahun, ketika industri hanya tumbuh satu digit. Selain itu, pembiayaan dan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan. Sekarang, BSI telah menjadi bank kelas menengah yang terbaik di Indonesia, dengan status sebagai bank papan tengah terkemuka.

Baca juga : Soal Pertemuan Mega-SBY-Jokowi-Prabowo, Puan Tak Lelah Berharap

Hingga saat ini, di usianya ke-4 tahun, BSI di bawah kepemimpinan Hery telah menorehkan sejumlah pencapaian yang membanggakan. Seperti right issue yang oversubscribed hingga 1,4 kali, mendapatkan lisensi penuh untuk cabang di Dubai Uni Emirat Arab sehingga menjadi iaringan pertama perbankan Indonesia di pusat keuangan syariah dunia, sekaligus sebagai realisasi program BUMN Go Global.

BSI juga sukses meluncurkan Efek Beragun Aset Syariah, menerbitkan sustainability sukuk yang dananya digunakan untuk pembiayaan yang berwawasan lingkungan dan sosial, hingga membangun superapp BYOND by BSI untuk mendukung semangat perseroan sebagai Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual.

Hery membawa BSI hadir sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual bagi masyarakat. Dia menyentuh anak muda dan menciptakan ekosistem yang mendorong mereka menjadi wirausaha via program Talenta Wirausaha BSI & Aceh Muslimpreneur. Hery juga menyentuh UMKM secara lebih luas, terlihat dari porsi rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) BSI untuk UMKM yang terus berkembang dan sudah melampaui target regulator sebesar 30 persen.

Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Hotel Perlu Mencari Tamu Dari Pasar Lain

Tidak ketinggalan Hery mendorong peningkatan sharing economy di kalangan masyarakat via BSI Agen. Melalui gagasan dan komitmennya, Hery membawa BSI berperan aktif dalam memacu pengembangan ekosistem Islam. Bagi Hery, ekosistem Islam yang demikian besar di dalam negeri merupakan potensi luar biasa untuk menuju Indonesia yang maju dan sejahtera. Di bawah kepemimpinannya, BSI sebagai bagian dari ekonomi umat terus mendorong geliat ekosistem masjid melalui berbagai aspek, baik peningkatan kenyamanan beribadah hingga digitalisasi transaksi Ziswaf. Tak hanya masjid, BSI juga menggandeng puluhan ribu pesantren guna memacu kemajuan ekosistem Islam dan pengembangan ekonomi syariah.

Salah satu gebrakan Hery untuk halal value chain yakni menghadirkan BSI International Expo pada 2024. Expo keuangan syariah pertama di Indonesia ini menjadi jembatan penghubung berbagai ekosistem halal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Hery membawa BSI tumbuh melesat. Basis nasabah BSI yang semula sebanyak 6,7 juta nasabah pada saat merger, melesat pesat hingga menyentuh angka lebih dari 21 juta nasabah pada Desember 2024, menjadikan BSI sebagai bank dengan jumlah customer terbesar di antara bank syariah global.

Baca juga : Hariyadi Sukamdani: Perhotelan Sekarang Benar-benar Turun

Aset BSI melesat sebesar Rp 173 triliun dari Rp 236 triliun di awal merger menjadi Rp 409 triliun di Desember 2024, dan mengangkat posisi BSI menjadi peringkat 6 di industri perbankan nasional. BSI juga mencetak peningkatan laba bersih yang selalu double digit di atas 20%, dan menjadi salah satu bank dengan pertumbuhan laba terbesar di Indonesia. Laba sebelum merger posisi Desember 2021 sebesar Rp 3,0 triliun menjadi Rp 7,0 triliun di Desember 2024.

Dari sisi bisnis, pembiayaan melesat, dengan volume sebanyak Rp 122 triliun yakni dari awal merger Rp 156 triliun menjadi Rp 278 triliun di Desember 2024. Pertumbuhan ini menempatkan BSI berada di posisi 6 perbankan nasional. DPK juga naik Rp 121 triliun dari Rp 206 triliun di Februari 2021 menjadi Rp 327 triliun di Desember 2024, dan menempatkan BSI berada di posisi 6 perbankan nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.